Tampilkan postingan dengan label Penelitian Non PTK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Non PTK. Tampilkan semua postingan

Struktur aljabar

Senin, 30 November 2009 · 1 komentar
Struktur aljabar merupakan salah satu cabang matematika abstrak, yang umumnya lebih sulit dibandingkan dengan cabang matematika lain yang lebih konkret. Di dalam struktur aljabar dibicarakan tentang himpunan dengan satu operasi dan dua operasi yang berupa Grup dan Ring (Gelanggang) yang merupakan suatu aljabar modern yang standar.
Struktur aljabar menurut Wahyudin (1989) adalah ilmu yang mempelajari suatu himpunan dengan satu atau lebih operasi biner yang diberlakukan pada sistem aljabar tersebut. Misalkan S adalah suatu himpunan yang dilengkapi dengan sekelompok operasi biner o dan #, maka S menjadi satu struktur aljabar dengan satu operasi biner yang dinotasikan dengan (S,o) atau (S,#), atau dua operasi biner yang dinotasikan (S,o,#) atau S,#,o).
Tujuan kurikuler dalam mata kuliah struktur aljabar berdasarkan silabus Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palembang adalah agar diharapkan mahasiswa memahami lebih dalam tentang struktur aljabar dan dapat menerapkannya dalam menyelesaikan masalah aljabar sederhana, serta mampu berpikir logis dan bernalar secara matematis dalam menyelesaikan suatu masalah. Tujuan kurikuler mata kuliah struktur aljabar dalam tiga tahun terakhir ini dapat dikatakan belum tercapai, karena berdasarkan Daftar Nilai Akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang, masih banyak mahasiswa yang mendapat nilai kurang dari 70 (kategori: C). Hal ini dapat dilihat dari rekap nilai tiga tahun terakhir.

Tabel 1
Rekap Nilai Mata Kuliah Struktur ALjabar Tiga Tahun Terakhir
Sumber: DPNA Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI
Palembang

Berdasarkan wawancara informal dengan beberapa mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah struktur aljabar dan dosen yang mengajar mata kuliah struktur aljabar, diperoleh bahwa mahasiswa kurang memahami konsep struktur aljabar disebabkan oleh sifat khusus dari struktur aljabar yang memiliki sifat abstrak. Selain itu, penyebab lain adalah bahan ajar struktur aljabar terlalu bersifat abstrak, metode pembelajaran yang seting dipakai ceramah, sehingga kurang interaktif dan tidak menarik. Selama ini dosen dianggap sebagai sumber ilmu, bertindak mendominasi kelas, sedangkan mahasiswa harus duduk rapi mendengarkan, meniru, dan mencontoh cara-cara dosen menyelesaikan soal. Dengan kata lain mahasiswa bersifat pasif dan dosen yang aktif. Selain itu dosen jarang atau hampir tidak pernah menggunakan media seperti Over Head Projector (OHP) atau Liquid Crystal Display (LCD).
Masalah yang dihadapi dalam mata kuliah struktur aljabar cenderung pada metode dan teknik yang digunakan dosen dalam melakukan interaksinya dengan mahasiswa agar bahan ajar yang digunakan sampai pada mahasiswa, maka peneliti mencoba untuk menonjolkan aspek bahan ajar struktur aljabar, dengan harapan materi yang tidak terlalu abstrak, sehingga pempelajaran menjadi lebih menarik serta mahasiswa dapat mengulang metari yang diberikan. Agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, peneliti mencoba mengembangkan bahan ajar struktur aljabar tersebut.
Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang mencakup penerapan proses yang kompleks dan terpadu dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah pembelajaran (Miarso, 2007). Hal ini berarti, dalam setiap pemecahan masalah melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi. Dalam teknologi pendidikan, pemecahan masalah itu terjelma dalam bentuk semua sumber belajar yang didisain dan atau dipilih dan atau digunakan dalam keperluan belajar. Salah satu sumber belajar ini dapat diidentifikasi sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksudkan tentu media pembelajaran yang cocok atau efektif untuk membantu keperluan pembelajaran dalam mata kuliah struktur aljabar.
Teknologi komputer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan media pembelajaran yang lebih optimal.Teknologi berbasis computer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor (Seels, 1994). Teknologi berbasis computer ini dibedakan dari teknologi lain karena menyimpan informasi secara elektronik dalam bentuk digital, baik sebagai bahan cetak atau visual. Saat pertama-tama komputer mulai diperkenalkan khususnya pada pembelajaran, maka ia menjadi dikenal atau populer di kalangan anak didik. Bisa dimengerti karena berbagai variasi teknik mengajar bisa di buat dengan bantuan komputer tersebut. Setelah itu teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Technology based learning dan Technology based web-learning.
Dosen adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, sesuai tuntutan zaman, dosen harus mempunyai kemampuan untuk menghadirkan media pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk menonjolkan aspek media pembelajaran berupa bahan ajar struktur aljabar berbasis website, dengan harapan materi struktur aljabar tidak terlalu abstrak dan pembelajaran pun menjadi lebih menarik. Keberadaan dan pengembangan media pembelajaran berupa bahan ajar berbasis website menjadi salah satu pemecahan masalah dalam pembelajaran.
Banyak website tentang media pembelajaran, tetapi tidak mengakomodir minat mahasiswa dalam pembelajaran. Karena website yang dibuat hanya sebagai informasi saja, bukan sebagai bahan ajar dan latihan bagi mahasiswa. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi mahasiswa. Selain itu media pembelajaran juga harus merangsang mahasiswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media pembelajaran yang baik juga akan mengaktifkan mahasiswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Beberapa studi terdahulu tentang penggunaan media pembelajaran matematika telah dilakukan diantaranya oleh Zulkardi (2002) yang meneliti mengenai pembelajaran realistik bagi calon guru matematika dengan mengkombinasikan media website dengan aktivitas kelas. Penelitian tersebut dinamakan Computer Assisted Curriculum Analysis, Design, and Evaluation for an Innovation in Mathematics Education in Indonesia (CASCADE-IMEI) dengan alamat website http://www.geocities.com/zulkardi/DR.html, yang bertujuan membantu calon guru matematika di UPI Bandung dalam hal sumber informasi dan alat komunikasi serta kolaborasi tentang kompleksitas saat mereka terlibat dalam proses belajar dan mengajar matematika realistik di sekolah.
Selanjutnya penelitian Pengembangan Computer Aided Learning (CAL) pada Mata Kuliah Analisis Real oleh Susanty (2008), yang bertujuan mengembangakan prototype perangkat lunak CAL pada mata kuliah analisis real serta melihat efek CAL terhadap keaktifan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah analisis real.
Peneliti bermaksud merancang website yang merupakan media pembelajaran untuk mata kuliah struktur aljabar sebagai pengembangan bahan ajar yang berbasis website yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran struktur aljabar, yang sesuai dengan kriteria Dikmenum tahun 2006 (Wahono, 2006) untuk menilai karya media pembelajaran yang masuk pada program Smart Teacher. Adapun aspek-aspek tersebut adalah aspek rekayasa perangkat lunak; aspek desain pembelajaran; dan aspek komunikasi visual.
Peneliti juga ingin membuat suasana belajar yang berbeda. Selama ini pembelajaran matematika selalu dilaksanakan di kelas. Dengan media pembelajaran berupa bahan ajar berbasis website, pembelajaran struktur aljabar akan dilaksanakan di laboratorium komputer. Selain itu, diharapkan dengan bahan ajar berbasis website, mahasiswa dapat belajar struktur aljabar tidak hanya di kampus tetapi juga dapat belajar secara mandiri baik di warnet maupun di rumah.
Selain pembuatan media pembelajaran berupa bahan ajar struktur aljabar berbasis website, peneliti ingin tahu efek dari pembelajaran struktur aljabar yang menggunakan bahan ajar yang berbasis website. Peneliti bermaksud menguji coba efek dari pembelajaran struktur aljabar yang menggunakan bahan ajar berbasis website terhadap pembelajaran struktur aljabar di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang, serta respon mahasiswa terhadap bahan ajar struktur aljabar berbasis website cukup baik atau tidak. Oleh karena itu, judul dalam penelitian ini adalah “Pengembangan Bahan Ajar Struktur Aljabar Berbasis Website pada Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Palembang”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah karakteristik prototype bahan ajar struktur aljabar berbasis website yang dikembangkan valid dan praktis?
2. Bagaimana efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap motivasi mahasiswa selama pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar?
3. Bagaimana efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap sikap mahasiswa selama pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar?
4. Bagaimana efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap hasil belajar mahasiswa selama pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Menghasilkan deskripsi proses pengembangan prototype bahan ajar struktur aljabar berbasis website yang dikembangkan valid dan praktis
2. Mengetahui adakah efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap motivasi mahasiswa selama pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar.
3. Mengetahui adakah efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap sikap mahasiswa selama pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar.
4. Mengetahui adakah efek bahan ajar struktur aljabar berbasis website terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah struktur aljabar.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Bahan ajar struktur aljabar berbasis website diharapkan bermanfaat sebagai media pembelajaran alternatif bagi dosen untuk mengajar mata kuliah struktur aljabar.
2. Bahan ajar struktur aljabar berbasis website diharapkan bermanfaat sebagai alternatif belajar bagi mahasiswa, baik itu secara mandiri maupun secara kooperatif, sehingga dapat menimbulkan motivasi dan minat mahasiswa dalam pembelajaran pada mata kuliah struktur aljabar.
3. Bahan ajar struktut aljabar berbasis website diharapkan menambah website matematika Indonesia di internet.
Jumat, 16 November 2007 · 1 komentar
ABSTRAK
(Oleh : Sadiman, Judul : Pengaruh Kombinasi Model Jigsaw dan Berganti Pasangan Berlanjut Terhadap Prestasi Hasil Belajar Siswa kelas 10 Di SMA Plus Negeri 2 BA III)

Kata Kunci : Pengaruh, kombinasi model jigsaw dan model pembelajaran berganti, prestasi hasil belajar siswa, minat, Kemampuan kontruktivis

Rendahnya minat dan prestasi hasil belajar mata pelajaran fisika disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-fatkor tersebut antara lain terbatasnya sarana penunjang proses belajar mengajar, kurangnya guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti model jigsaw dan berganti pasangan berlanjut. Kendala-kendala ini dapat diatas dengan beberap cara. Minat dan Prestasi siswa dapat diatasi dengan menggunakan model jigsaw dan berganti pasangan berlanjut sehingga siswa menjadi lebih bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut dapat terwujud apabila guru bersikap profesional, menyadari dirinya pendidik sekaligus pengajar dengan ditunjang oleh penguasaan materi yang cukup memada, dan variasi cara, teknik, atau metoda mengajar.
Pada dasarnya penelitian ini memiliki beberapa dasar teori, secara umum siswa diharapkan dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Landasan ini sesuai dengan konsep pembelajaran tuntas (mastery learning) dan pembelajaran kebermaknaan sesuai dengan yang diungkapkan oleh Bruner (Nur, 2000). Disamping itu juga sesuai dengan konsep Contektual Learning And Teaching (CTL) yang mempunyai tujuh pilar yaitu inquiri, questioning, contructivism, learning sosiaty, autentic assessment, reflection dan modelling.
Ketujuh pilar CTL di atas tergambar secara jelas pada Kombinasi Model Jigsaw dan Berganti Pasangan Berlanjut, dimana pada kedua model ini diharapkan siswa dapat melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu : dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil ulangan blok, dapat meningkatkan minat siswa yang ditunjukan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, dapat meningkatkan kemampuan konstruktivis siswa yang ditunjukan dengan kemampuan siswa dalam menjelaskan materi yang berkaitan dengan alat di depan teman sejawat.
Dalam penelitian eksperimen ini terdiri atas 2 kelas yaitu 10A sebagai kelas kontrol dan kelas 10B sebagai kelas eksperimen. Pemilihan kelas 10B sebagai kelas eksperimen, karena dalam beberapa hasil ulangan blok sebelumnya rat-rata selalu lebih kecil dari kelas 10A. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan kombinasi model Jigsaw dan Berganti Pasangan Berlanjut pada materi hukum newton terhadap prestasi hasil belajar siswa di kelas 10 SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III. Pengumpulan data dilakukan dari hasil ulangan harian, dan lembar observasi. Prestasi hasil belajar siswa dihitung dengan uji t, t’ = , dimana t’=uji t, x1=nilai rata-rata sampel kelompok eksperimen, x2 = nilai rata-rata kelompok kontrol, sedangkan n adalah jumlah sampel. Kriteria pengujian hipotesis terima Ho jika < t’ < .
Dari hasil analisis di dapat hasil bahwa t’ = 3,02 dengan menggunakan taraf signifikansi yang diperoleh dari tabel t, = 2,042. Dari keadaan ini dapat disimpulkan bawah thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis ada pengaruh penggunaan kombinasi model Jigsaw dan Berganti Pasangan Berlanjut pada materi hukum newton terhadap prestasi hasil belajar siswa di kelas 10 SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, dapat diterima.
Minat belajar siswa mengalami peningkatan dapat dilihat dari lembar observasi siswa yang dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan terus meningkatnya jumlah kehadiran, penampilan, kerjasama, mengajukan pertanyaan dan mengerjakan PR.
Kemampuan kontruktivis siswa dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menjelaskan atau menjelaskan kembali materi yang mereka pelajari di depan kelas dan di depan teman diskusinya.