Hasil monitoring dan evaluasi
pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada
tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang
dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD, SMP, dan SMA
lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar
Isi. Di samping itu, dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam
melaksanakan KTSP, ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi
tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.
Banyak kompetensi yang perumusannya
sulit dipahami guru, dan kalau diajarkan kepada peserta didik sulit dicapai
oleh peserta didik. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator
dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran, sulit dijabarkan ke penilaian,
sulit diajarkan karena terlalu kompleks, dan sulit diajarkan karena
keterbatasan sarana, media, dan sumber belajar.[1]
a.Landasan
Teori Kurikulum 2013
Ada beberapa factor yang menjadi
landasan kurikulum 2013 yang saat ini secara bertahap mulai diberlakukan di
Indonesia. Landasan tersebut meliputi landasan filosofis, psikologi, pedagogis,
social, teoritis dan yuridis.
b.Konsep Kurikulum 2013
Konsep kurikulum 2013 sebagai
penyempurnaan dari kurikulum 2006, perbandingan antara kurikulum 2006 dan
kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.
Tabel
2 Perubahan Pola Pikir pada Kurikulum 2013 [2]
No
KBK
2004
KTSP
2006
Kurikulum
2013
1
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2
Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar
Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui
Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3
Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk
keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan,
4
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata
pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
c.Pengertian
Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 1
ayat 19, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.[3]
Kurikulum 2013
dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: [4]
1)mengembangkan
keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu,
kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
2)sekolah
merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana
dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat
dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3)mengembangkan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi
di sekolah dan masyarakat;
4)memberi
waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
5)kompetensi
dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam
kompetensi dasar matapelajaran;
6)kompetensi
inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi
dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk
mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
7)kompetensi
dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced)
dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan
(organisasi horizontal dan vertikal).
Dengan demikian Kurikulum 2013 adalah dirancang
dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan
hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif,
inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah instrumen pendidikan
untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif,
kreatif, inovatif, dan afektif.[5]
Oleh Haya Trissa Fauziah, kelas III D SD Negeri 156 Palembang
Pada suatu hari ada seorang gadis penjual susu yang sedang menyiapkan susu dagangannya. Dengan sabar ia masukan susu susu tersebut ke dalam botol botol susu yang ada. Lalu datanglah ibu si gadis itu.bagaimana kalau susu itu kita campur dengan air. Bukankah kita akan menghasilkan lebih banyak susu yang bisa kita jual, lagi pula dengan mencampurkan sedikit air tidak akan mengurangi rasa susu dan pelanggan kita tidak tidak akan tahu: kata ibu gadis itu.tapi apa yang dikatakan gadis itu pada ibunya. Ibu maka dimanakah allah ??? mungkin saja pelanggan kita tidak tahu bahwa susu ini telah dicampur dengan air tetapi bukankah allah maha tahu segala perbuatan kita. Astagfirullah engkau benar anakku ucap sang ibu menyesal ia terharu telah diingatkan oleh anaknya terimakasih yaa Allah engkau sudah memberikanku anak yang sholeha yang menjunjung tinggi kejujurannya semoga allah swt mencintaimu karena kejujuranmu ……..amiin….
===================================================
At one time there was a milk seller girl who was preparing milk wares. He patiently inputs milk milk into a milk bottle there. Then came the mother of the girl itu.bagaimana if we mix the milk with water. Are not we going to produce more milk that we can sell, and besides by mixing a little water will not reduce the taste of milk and our customers do not will not know. Itu.tapi girl's mother said what she said to her mother. Mother then where is god? our customers may not know that milk has been mixed with water but not omniscient god of our deeds. Astagfirullah you really my son said his mother was sorry she touched was warned by his son thank god ya boy you already gave me a sholeha that upholds honesty. May God the Almighty loves you because of your honesty ... ... .. Subhanallah ....
Dalam sebuah mitologi Yunani, digambarkan ada seorang raja yang bernama Midas. Raja yang sombong lagi serakah. Karena keserakahannya semua harta ingin dikuasainya. Istana yang megah, harta yang banyak tidak membuat Sang Raja menjadi puas. Raja satu ini terus berusaha untuk menambah hartanya. Istana yang megah, gudang yang sudah dipenuhi harta karun, ternak yang banyak, hasil bumi yang berlimpah belum menjadikan raja Midas puas.
Suatu hari Midas berfikir, bumi dapat menumbuhkan tanaman, sehingga menjadi banyak. Ternak bisa beranak sehingga menjadi banyak. Aku ingin semua berlangsung lebih cepat. Agar kekayaanku berlipat dalam waktu yang singkat. Alangkah baiknya kalau semua ternaku berupa emas, semua kebun berupa emas, semua sungai yang mengalir di istanaku mengalirkan emas. "Ho... Hoo.... Hooo, tentu aku akan menjadi yang terkaya di jagat raya ini ", ujar Midas rakus.
"Tentu hal ini menjadi mudah, jika tanganku menjadi sakti, tangaku dapat mengubah apa saja menjadi emas. Ya aku harus memiliki tangan ajaib, jika semua benda yang kusentuh menjadi emas, tentu aku akan kaya raya".
Raja Midas termenung memikirkan bagaimana caranya agar tanganya berubah menjadi ajaib. Tangan yang dapat mengubah apa saja yang disentuh menjadi emas. Dia tersungut-sungut memikirkan bagaimana caranya, tiba-tiba di bangkit dan melompat. "Aku tahu caranya, bukankah aku punya dewa yang dapat mengubah semuanya, Ha.... Haa... Haaa, aku akan menjadi raja terkaya di alam semesta".
Akhirnya Raja Midas menghadap sanga Dewa yang sakti. Seperti kebanyakan rakyat Yunani, Raja Midas juga pemuja Dewa. Di Yunani ada banyak sekali dewa.
"Wahai Sang Dewa, Aku yang selama ini menjadi pengabdimu hari ini mengajukan permintaan " Ujar Midas.
"Apa yang kau inginkan, Midas ?" tanya Sang Dewa
"Sang Dewa, saat ini aku sudah kaya raya, tetapi belum terkaya di alam semesta" , lanjut Midas.
"Lalu Bagaimanna, Midas?" Dewa Keheranan dengan kerakusan yang dimiliki Midas. Karena Sang Dewa sudah tahu Midas, merupakan raja yang kaya raya. Hartanya tidak akan habis dimakan 27 turunan.
"Aku ingin punya tangan ajaib, Dewa!", lanjut Midas
"Maksudmu....?" Dewa semakin heran, sambil mengeryitnya dahinya.
"Aku ingin, tangan yang ajaib. Semua yang kusentuh dengan tangaku maka akan berubah menjadi emas"
"Midas, pikirkan dulu permintaanmu. Jangan-jangan kamu menyesal nantinya!" Seru Dewa.
"Tidak, Dewa. Aku sudah memikirkan sejak lama. Jika tanganku ajaib maka aku akan menjadi sangat kaya" Ujarnya mantap.
"Baiklah kalau begitu, permintaanmu aku kabulkan. Kamu akan memiliki tangan ajaib. Tanganmu dapat mengubah semua yang kamu sentuh menjadi emas." Jawab Dewa. Seketika Dewa menghilang dari hadapan Midas.
"Terima kasih Dewa, terima kasih". Midas berjingkrak kegirangan. Midas kembali ke karajaan. Kemudian dia sentuh sapu tangan tiba-tiba berubah menjadi emas. Dia sentuh kursi juga berubah menjadi emas. Di sentuhnya tanaman juga berubah menjadi emas.
Dengan terus bernafsu Midas, menyentuh semua benda, dinding lantai dan pilar-pilar istanya digelayutinya dan ajaib semua berubah menjadi emas.
Sungai yang mengalir di istanya juga demikian, air yang mengalir disentuhnya dan seketika berubah menjadi bongkahan emas.
Seharian Midas, mengubah semua benda di istananya menjadi emas. Lupa makan, lupa anak, istri. Ketika sudah seharian bekerja, perutnya merasa lapar. Kemudian minta pelayan menyediakan makanan.
Disentuhnya piring dan berubah menjadi emas, ketika nasi yang ada dipiring disentuhnya juga berubah menjadi emas, demikian juga sayur, buah dan semua hidangan di hadapannya.
Midas meraung karena semua yang dihadapannya berubah menjadi emas. Sekarang Midas tidak dapat makan, tidak dapat minum. Kemudian di panggilnya sang permaisuri, dipeluknya sang istri. Tiba-tiba sang istri juga berubah menjadi Emas. Demikian juga anak berubah menjadi emas.
Akhirnya semua rakyatnya menjauhi, karena takut disentuh sang Raja. Akhirnya Midas gila karena tidak dapat makan, dan semua menjauhinya. Lama-kelamaaan Midas mati dengan emasnya yang berlimpah.
Mati karena keserakannya. Mati karena rakusnya. Mati karena rakus.
Tersebutlah sebuah kisah. Suatu ketika Abi Nu Ingin memindahkan semua binatang ke tempat yang berbeda, pada saat itu semua binatang dikumpulkan dan dimasukan ke dalam kapal. Kemudian kapan pun berlayar menuju suatu tempat yang sangat jauh. Saat di tengah laut dan perjalanan masih sangat jauh. Rupanya kapal kelebihan muatan dan abi Nu membuat sebuah sayembara.
"Wahai kaum hewan, semua harap berkumpul disini, karena kapal sudah terlalu banyak muatan maka terpaksa harus ada yang rela untuk terjun ke laut demi keselamatan semua" Semua sunyi dan tidak ada yang menjawab.
"Kalau begitu, saya akan membuat sayembara untuk mengurangi muatan kapal. Supaya adil" seru Abi Nu.
"Siapa saja yang yang dapat bercerita lucu dan semua isi kapal tertawa maka ia tidak dijatuhkan ke laut, sebaliknya siapa bercerita satu orang saja tidak tertawa maka akan dicampakan ke laut". Ucap Nu tegas.
Semua binatang terdiam, sebab akan ada di antara mereka yang akan dijatuhkan ke laut. "Sekarang kita undi saja, siapa yang keluar namanya maka harus bercerita di depan teman-teman sesema binatang". Kata Abi Nu melanjutkan. Setelah diundi ternyata yang mendapat girian bertama adalah Dinosaurus. Dinosaurus adalah reptil paling cerdas yang ada pada saat itu. Kepintarannya tidak tertandingi oleh binatang apapun. Dengan penuh keyakinan Dinasaurus maju dan bercerita lucu, sangat-sangat lucu. Semua binatang terpingkal-pingkal mendengarkan cerita Dinosaurus, kecuali seekor babi yang ada di pojok ruangan, tampak keningnya mengkerut dan tidak tertawa.
Semua binatang di dalam dalam kapal tersentak, "dasar babi binatang yang bodoh".
"Kenapa kamu tidak tertawa, wahai Babi....?" tanya Abi Nuh "Apa, yang lucu wahai Abi, ceritanya tidak ada lucu-lucunya...!" kata babi tanpa ekspresi.
Maka sesuai dengan aturan, Dinosaurus di campakan ke dalam laut, dan mulai saat itu Dinosaurus musnah dan muka buka dan tidak pernah ada lagi sampai sekarang.
"Selanjutnya, yang bercerita ke depan ada kerbau, ayo kerbau majulah berceritan!" seru Abi Nu. Dengan ragu-ragu kerbau maju ke depan, sepanjang sejarah kerbau adalah binatang yang hanya kuat tenaganya saja. Sedangkan otaknya tidak cerdas-cerdas amat. Dinosaurus saja yang cerdas dicampakan ke laut, apalagi saya katanya dalam hati. Akhirnya sang kerbau pun bercerita, seisi kapal tidak ada yang tertawa, sebab ceritan sang kerbau tidak lucu sama sekali, suasanapun lengang.
Tapi tiba-tiba terdengar "Hahahahahahahha ...... huaaaaaaa huaaaaa huuuuuuu...." suara babi di pojok tertawa terpingka-pingkalm bahkan terguling-guling.
Semua orang tertegun dan bengong, ada apa gerangan dengan si Babi yang bodoh itu.
"Ya Nabi, aku baru ngeeh, kalau cerita Dinosaurus tadi lucu sekali" ucap babi terkekeh-kekeh. "Semua binatangpun tertawa, menertawakan babi?"
kerbaupun selamat dari dijatuhkan ke laut.
Semua binatang menggerutu, "gara-gara babi dinosaurus yang cerdas dijatuhkan ke laut dan musnah" Bahkan sampai sekarangpun jika ada orang yang berbuat salah di katakan "dasar babi".
Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.
Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.
Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.
Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.
Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.
Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).
Saya punya permasalahan tentang, mengapa dinosaurus bisa musnah dari muka bumi, padahal kita tahu bahwa dinosaurus merupakan makhluk yang kuat dan hebat, cerdas lagi, Mengapa Hayooooooo?