Tampilkan postingan dengan label Struktur Kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Struktur Kurikulum. Tampilkan semua postingan

Tinjauan Kurikulum 2013

Selasa, 15 Desember 2015 · 0 komentar


1.      Tinjauan Kurikulum 2013
Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD, SMP, dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar Isi. Di samping itu, dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan KTSP, ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.
Banyak kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru, dan kalau diajarkan kepada peserta didik sulit dicapai oleh peserta didik. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran, sulit dijabarkan ke penilaian, sulit diajarkan karena terlalu kompleks, dan sulit diajarkan karena keterbatasan sarana, media, dan sumber belajar.[1]
a.        Landasan Teori Kurikulum 2013
Ada beberapa factor yang menjadi landasan kurikulum 2013 yang saat ini secara bertahap mulai diberlakukan di Indonesia. Landasan tersebut meliputi landasan filosofis, psikologi, pedagogis, social, teoritis dan yuridis.
b.      Konsep Kurikulum 2013
Konsep kurikulum 2013 sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2006, perbandingan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Perubahan Pola Pikir pada Kurikulum 2013 [2]
No
KBK 2004
KTSP 2006
Kurikulum 2013
1
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2
Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3
Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

c.         Pengertian
Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 1 ayat 19, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[3]
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: [4]
1)      mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
2)      sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3)      mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4)      memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
5)      kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
6)      kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
7)      kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
Dengan demikian Kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah instrumen pendidikan untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.[5]


Struktur Kurikulum KELOMPOK MATA PELAJARAN

Selasa, 03 April 2012 · 0 komentar
STRUKTUR KURIKULUM
Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu, maka SMAN 2 Banyuasin II menyusun struktur kurikulum sesuai dengan pedoman yang berlaku. Struktur Kurikulum SMAN 2 Banyuasin di dalamnya terkandung meliputi SKL 5 kelompok mata pelajaran, pendidikan karakter, Belajar Aktif, Ekonomi Kreatif. Unsur tersebut tersebar pada semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

• Kelompok Mata Pelajaran
Struktur Kurikulum merupakan kelompok mata pelajaran, dan mata pelajaran yagn harus ditempuh oleh siswa di setiap tingkatan. Sesuai dengan Standar Kelulusan (SKL) yang telah di tetapkan oleh Kepmendiknas nomor 23 tahun 2006 dan nomor 48 tahun 2008 tentang Standar Kelulusan (SKL) dan petunjuk pelaksanaan dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) maka memuat kelompok mata pelajaran menjadi 5 kelompok yaitu:
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. kelompok pelajaran estetika
5. kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Setiap kelompok mata pelajaran tersebut diimplementasikan ke dalam setiap kegiatan pembelajaran di SMA, Cakupan masing-masing kelompok mata pelajaran yang relevan adalah sebagai berikut:

Kelompok Mata Pelajaran dan Cakupannya

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkunan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

3. Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4. Kelompok pelajaran estetika
Kelompok estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekpresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekpresi keindahan serta harmoni mencapai apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran sikap, dan perilakuk hidup sehat yang bersifat individual ataupun bersifat kolektif kemasyarakatan seperti kebebasan dari prilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, deman berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang berpotensi untuk mewabah.