MARI JUJUR MELAKSANAKAN UN

Jumat, 02 Maret 2012 · 0 komentar
UN Lagi.... UN Lagi....
Begitulah keluhan siswa dan guru di lapangan, hajatan besar Kementrian Pendidikan Nasional setiap tahun selalu di helat. Biaya yang besar tentu sudah disiapkan, untuk sebuah ujian yang seharusnya dilakukan dengan mudah menjadi sangat rumit dan menyulitkan banyak orang, pada akhirnya hasilnya tidak memberikan informasi apa-apa. Hasil yang bagus tidak menunjukan bahwa siswa atau sekolah itu bagus, mengapa? karena kita dilapangan banyak menjumpai sekolah yang "abal-abal" tidak mempunyai guru yang lengkap, KBMnya "amburadul" ternyata memiliki rata-rata nilai yang lebih baik daripada sekolah-sekolah yang memiliki proses KBM dan guru yang relatif lebih lengkap. Apakah ini tidak fantastis? ini menunjukan bahwa pada dunia pendidikan saja "rasa malu" tidak ada lagi. Artinya pendidikan tidak sesuai dengan nilai luhurnya dengan "gagal" menerapkan prinsip kejujuran.
Untuk menghadapi UN sesungguhnya tidak terlalu rumit, bukankah kita sudah diberikan kisi-kisi, sudah memberikan tambahan pelajaran, sudah menambah ini dan itu sehingga siswapun pulang lebih lambat. Bahkan masih ada siswa yang rela mengeluarkan uang lagi untuk mengikuti "les" diluar sekolah dengan keinginan memperoleh pengetahuan yang lebih dari di sekolah.
Di tambah lagi bahwa kelulusan ditentukan oleh nilai raport dan nilai UN, sepantasnya jika setiap sekolah mampu untuk jujur.
Jika tahun ini ada beberapa siswa kita yang gagal, itu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk bangsa ini. Sedangkan keberhasilan yang semu akan menjerumuskan siswa kita ke dalam lumpur bau busuk di masa depan. Keadaan bangsa yang ada saat ini merupakan produk dari gagalnya pendidikan di masa lalu, padahal kita akui di masa lalu "kecurangan UN" tidak semasif sekarang. Kecuranan UN memang seperti "KENTUT" sesuatu yang ada tetapi sulit dibuktikan, dan hanya bau sesaat meskipun sangat menyengat, begitu baunya hilang maka semua orang melupakannya.

Sebenarnya agar UN berlaku secara fair, solusinya sangatnya sederhana. Kita tidak perlu melibatkan polisi atau lainnya. Saat ini UN melibatkan PT/PTN setempat, caranya tempat dimana sol UN disimpan Kuncinya dibawa oleh petugas PT/PTN yang bersangkutan, jika perlu bawa kunci yang baru dan pastinya akses masuk ke dalam penyimpanan soal UN hanya dapat dilakukan oleh petugas PT/PTN yang ditunjuk.
Jika ini dilakukan mudah-mudah pelaksanaan UN berlaku lebih fair dibandingkan pada pelaksanaan sebelumnya.

"HE HE HE " mudah-mudahn ide jahil ini tidak membuat pihak tidak bertanggung jawab kelimpungan mencari cara lain.
"MARILAH JUJUR MELAKSANAKAN UN, UNTUK MASA DEPAN BANGSA"

Kompetensi Kepala Sekolah

Minggu, 26 Desember 2010 · 0 komentar
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
1. Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala
sekolah/madrasah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugaspokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

2 Manajerial
1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3) Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/
4) madrasah secara optimal.
5) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi
pembelajar yang efektif.
6) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi
7) pembelajaran peserta didik.
8) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
9) Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
10) Mengelola hubungan sekolah/madrasah danmasyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.
11) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan
12) penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
13) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
14) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
15) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
16) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan
pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.
17) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
18) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
19) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

3. Kewirausahaan
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilansekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang
5) dihadapi sekolah/madrasah.
6) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

4. Supervisi

1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3) 4.3 Menindaklanjuti hasil supervisi akademikterhadap guru dalam rangka peningkatan
4) profesionalisme guru.

5. Sosial
1) Bekerja sama dengan pihak lain untukkepentingan sekolah/madrasah
2) Berpartisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan.
3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang ataukelompok lain.

Kualifikasi Kepala Sekolah

· 0 komentar
1. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai
berikut:

1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (DIV)kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
2. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggitingginya 56 tahun;
3. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanakkanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
4. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

2. Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
a. Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru TK/RA;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA; dan
3) Memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

b. Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SD/MI;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

c. Kepala Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah(SMP/MTs) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
d. Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMA/MA;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
e. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMK/MAK;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
d. Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan SDLB/SMPLB/SMALB;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SLB/SDLB yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
e. Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri adalah sebagai berikut:
1) Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai kepala sekolah;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru pada salah satu satuan pendidikan; dan
3) Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

10 Filosofi Google

Rabu, 27 Oktober 2010 · 1 komentar
Sepuluh hal yang kami ketahui sebagai hal yang benar

"Mesin telusur yang sempurna," kata salah satu pendiri Google, Larry Page, "memahami secara persis apa yang Anda maksud, dan memberikan secara persis apa yang Anda perlukan." Ketika Google dimulai, Anda pasti kagum dapat memasukkan kueri penelusuran dan menemukan jawaban yang tepat seketika itu juga. Google sukses karena kami menemukan jawaban yang tepat lebih baik dan lebih cepat dibanding mesin telusur lainnya pada saat itu.

Tapi teknologi telah ikut berubah semenjak itu, begitu pula wajah web. Menyadari bahwa penelusuran adalah masalah yang tidak akan pernah terselesaikan, kami terus mendorong batas-batas teknologi yang ada untuk menghadirkan layanan yang cepat, akurat dan mudah digunakan yang dapat diakses oleh semua pencari informasi, baik mereka sedang di meja kerjanya di Boston maupun tengah menggunakan ponselnya di Bangkok. Kami juga memetik pelajaran dari penelusuran untuk mengatasi tantangan yang lebih banyak lagi.

Seiring langkah kami ke depan, prinsip-prinsip inti ini terus memandu tindakan kami.
Sepuluh hal yang telah ditemukan Google ternyata benar

1. Fokuskan pada pengguna dan yang lainnya akan mengikuti.

Sejak awal, kami berfokus untuk menghadirkan pengalaman pengguna terbaik yang mungkin. Baik saat merancang peramban Internet baru maupun tweak baru untuk tampilan beranda, kami sangat berhati-hati demi memastikan bahwa karya itu akan benar-benar melayani Anda, bukan tujuan internal atau keuntungan kami sendiri. Antarmuka beranda kami bersih dan sederhana, dan laman memuat seketika. Penempatan pada hasil penelusuran tidak pernah dijual kepada siapa pun, dan iklan tidak hanya ditandai dengan jelas bahwa itu adalah iklan, namun juga menawarkan konten yang relevan dan tidak mengganggu. Dan ketika kami membuat alat dan aplikasi baru, kami mengupayakan agar alat dan aplikasi tersebut bekerja sedemikian baiknya sehingga Anda tidak perlu membayangkan bagaimana seandainya rancangannya berbeda.

2. Yang paling baik adalah melakukan satu hal dengan sempurna.

Kami melakukan penelusuran. Dengan salah satu grup riset terbesar di dunia yang berfokus khusus pada pemecahan masalah penelusuran, kami tahu apa yang kami lakukan dengan baik, dan bagaimana kami dapat menjadikannya lebih baik lagi. Melalui iterasi yang kontinu pada masalah-masalah pelik, kami mampu memecahkan permasalahan rumit dan menghadirkan perbaikan berkelanjutan pada layanan yang telah menjadikan pencarian informasi pengalaman yang cepat dan mulus bagi jutaan orang. Dedikasi kami pada perbaikan penelusuran membantu kami menerapkan apa-apa yang telah kami pelajari pada produk-produk baru, seperti Gmail dan Google Maps. Harapan kami adalah menghadirkan kekuatan penelusuran ke area-area yang belum terjamah, dan membantu orang mengakses dan menggunakan lebih banyak lagi informasi yang senantiasa melimpah dalam kehidupan mereka.

3. Cepat lebih baik daripada lambat.

Kami tahu waktu Anda berharga; karenanya, saat mencari jawaban di web, Anda ingin cepat menemukannya – dan kami ingin memenuhi itu. Mungkin kami satu-satunya orang di dunia ini yang dapat mengatakan bahwa tujuan kami adalah membuat Anda meninggalkan beranda kami secepatnya. Dengan memangkas kelebihan bit dan byte dari laman kami dan meningkatkan efisiensi lingkungan layanan, kami memecahkan rekor kecepatan kami sendiri beberapa kali, sehingga rata-rata waktu tanggapan pada hasil penelusuruan adalah sepersekian detik. Kami selalu memperhatikan kecepatan pada setiap produk yang kami rilis, baik itu aplikasi seluler maupun Google Chrome, peramban yang dirancang agar cukup cepat untuk web modern. Dan kami terus berupaya untuk menjadikannya lebih cepat lagi.

4. Demokrasi dalam web berjalan.

Penelusuran Google sukses karena ia mengandalkan jutaan tautan posting individu di situs-situs web untuk membantu menentukan situs lain mana yang menawarkan konten bermanfaat. Kami mengukur nilai setiap laman web menggunakan lebih dari 200 sinyal dan berbagai teknik, termasuk algoritma berpaten kami PageRank™, yang menganalisis situs-situs mana yang telah "diberi suara" sebagai sumber informasi terbaik oleh laman-laman lainnya di seluruh web. Seiring berkembangnya ukuran web, pendekatan ini meningkat, karena setiap situs baru menjadi sebuah titik informasi dan sebuah suara yang harus dihitung. Secara bersamaan, kami aktif mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka, yang menghadirkan inovasi berkat upaya bersama banyak tenaga pemrogram.

5. Anda tidak perlu berada di meja Anda untuk mendapatkan jawaban.

Dunia semakin mobile: orang menghendaki akses ke informasi di mana saja, kapan saja. Kami memelopori teknologi baru dan menawarkan solusi layanan seluler baru yang membantu orang di seluruh dunia melakukan banyak tugas melalui ponsel, mulai memeriksa email dan kalender acara hingga menonton video, belum lagi sejumlah cara berbeda untuk mengakses penelusuran Google melalui ponsel. Selain itu, kami berharap dapat mendorong inovasi yang lebih besar bagi para pengguna seluler di mana saja dengan Android, sebuah platform seluler sumber terbuka dan gratis. Android membawa keterbukaan yang membentuk Internet ke dunia seluler. Android tidak hanya menguntungkan konsumen, yang mempunyai lebih banyak pilihan dan pengalaman seluler baru yang inovatif, namun juga membuka peluang penghasilan bagi penyedia seluler, pabrikan dan pengembang.

6. Anda bisa mendapatkan uang tanpa melakukan kejahatan.

Google adalah bisnis. Pendapatan kami berasal dari penyediaan teknologi penelusuran bagi perusahaan dan penjualan iklan yang dipajang di situs kami dan situs-situs lain di seluruh web. Ratusan ribu pengiklan di seluruh dunia menggunakan AdWords untuk promosi produk mereka; ratusan ribu penerbit memanfaatkan program AdSense untuk mengirim iklan yang relevan dengan konten situs mereka. Untuk menjamin bahwa kami benar-benar melayani semua pengguna (pengiklan maupun bukan), kami memiliki seperangkat prinsip pemandu untuk praktik dan program periklanan kami:

* Kami tidak ingin iklan muncul di laman hasil penelusuran kecuali jika iklan itu relevan di tempat ditampilkannya. Dan kami amat yakin bahwa iklan dapat menyediakan informasi berguna jika, dan hanya jika, iklan tersebut relevan dengan apa yang ingin Anda temukan – jadi, bisa saja penelusuran tertentu tidak akan mengarah ke iklan apa pun.
* Kami percaya iklan dapat efektif tanpa harus menyolok. Kami tidak suka iklan munculan, karena mengganggu penayangan konten yang diminta. Kami menemukan bahwa iklan teks yang revelan dengan pembaca mendapatkan rasio klik/tayang (CTR) jauh lebih tinggi dibanding iklan yang muncul acak. Semua pengiklan, besar maupun kecil, dapat memanfaatkan media yang sangat dibidik ini.
* Iklan di Google selalu ditandai dengan jelas sebagai "Tautan Bersponsor", sehingga tidak merusak integritas hasil penelusuran. Kami tidak pernah memanipulasi peringkat untuk memprioritaskan mitra dalam hasil penelusuran dan tak seorang pun dapat membeli PageRank yang lebih baik. Pengguna mempercayai objektivitas kami dan tidak ada keuntungan jangka pendek apa pun yang dapat menjustifikasi penodaan kepercayaan itu.

7. Selalu ada lebih banyak informasi di luar sana.

Setelah kami mengindeks lebih banyak laman HTML di Internet dibanding semua layanan penelusuran lain, para insinyur kami mengalihkan perhatian pada informasi yang belum begitu mudah diakses. Kadang-kadang, itu sekadar upaya memadukan basis data baru ke dalam penelusuran, seperti menambahkan nomor telepon dan pencarian alamat serta direktori bisnis. Upaya lainnya memerlukan sedikit lebih banyak kreativitas, seperti menambahkan kemampuan untuk menelusuri arsip berita, paten, jurnal akademik, miliaran gambar dan jutaan buku. Dan para peneliti kami terus mencari cara untuk menyajikan semua informasi dunia kepada orang-orang yang sedang mencari jawaban.

8. Kebutuhan akan informasi melintasi semua batas.

Perusahaan kami didirikan di California, namun misi kami adalah memfasilitasi akses ke informasi bagi seluruh dunia, dan dalam semua bahasa. Untuk tujuan tersebut, kami mempunyai kantor di lusinan negara, memelihara lebih dari 150 domain Internet, dan menyajikan lebih dari separuh hasil penelusuran kami pada orang-orang yang tinggal di luar Amerika Serikat. Kami menawarkan antarmuka penelusuran Google dalam 110 lebih bahasa, memungkinkan orang membatasi hasil pencarian pada konten yang ditulis dalam bahasa mereka sendiri, dan berupaya menyajikan aplikasi dan layanan kami yang lain dalam sebanyak mungkin bahasa. Dengan alat penerjemahan kami, orang dapat menemukan konten yang ditulis di belahan dunia lain dalam bahasa yang tidak mereka kuasai. Dengan alat ini dan bantuan para penerjemah sukarela, kami mampu meningkatkan variasi dan kualitas layanan secara signifikan, bahkan di penjuru bumi yang paling terpencil sekalipun.

9. Anda bisa serius tanpa mengenakan setelan jas.

Para pendiri membangun Google di atas gagasan bahwa pekerjaan haruslah menantang, dan tantangan haruslah menyenangkan. Kami yakin bahwa hal-hal hebat dan kreatif lebih mungkin terwujud dalam budaya perusahaan yang tepat – dan itu lebih dari sekadar lampu lava dan bola karet. Ada penekanan pada prestasi tim dan kebanggaan pada pencapaian perorangan yang berkontribusi bagi keberhasilan kami secara keseluruhan. Kami sangat percaya pada karyawan kami – orang-orang yang energik dan penuh semangat dari berbagai latar belakang dengan pendekatan kerja, bermain dan hidup yang kreatif. Atmosfer kami mungkin santai, tapi ketika ide baru muncul saat mengantre di kafe, saat rapat tim atau di gym, ide-ide itu dibahas, diuji dan dipraktikkan dengan kecepatan luar biasa – dan itu bisa menjadi landasan luncur bagi proyek baru yang nantinya digunakan di seluruh dunia.

10. Hebat saja ternyata belum cukup.

Dalam pandangan kami, hebat dalam suatu hal adalah awal, bukan tujuan. Kami menetapkan tujuan yang kami tahu belum dapat kami raih, karena kami sadar bahwa jika kami berupaya keras untuk mencapai tujuan itu, maka kami dapat melampaui perkiraan kami semula. Melalui inovasi dan iterasi, kami ingin mengambil apa-apa yang berhasil baik dan meningkatkannya secara tak terduga. Misalnya, ketika salah seorang insinyur kami mendapati bahwa penelusuran dapat berfungsi dengan baik untuk kata-kata yang ejaannya benar, dia memikirkan bagaimana penelusuran menangani salah ketik. Hasilnya, dia berhasil menciptakan pemeriksa ejaan yang lebih intuitif dan membantu.

Bahkan jika Anda tidak tahu pasti apa yang Anda cari, mendapatkan jawaban di web adalah masalah kami, bukan masalah Anda. Kami mencoba mengantisipasi kebutuhan yang belum dikatakan oleh audiens global kami, dan memenuhinya dengan produk dan layanan yang menjadi standar baru. Saat kami meluncurkan Gmail, layanan ini memiliki ruang penyimpanan lebih besar dibanding layanan email mana pun. Menilik ke belakang, penawaran ruang penyimpanan yang lebih besar itu tampak sangat bisa dipahami – tapi itu karena sekarang kita punya standar penyimpanan email baru. Seperti itulah perubahan yang ingin kami lakukan, dan kami selalu mencari tempat baru di mana kami bisa membuat perbedaan. Pada akhirnya, ketidakpuasan kami dengan apa yang telah ada menjadi kekuatan pendorong dibalik segala yang kami lakukan

Perkembangan Google

· 0 komentar
Google merupakan perusahaan ternama yang dirintis oleh : Larry Page and Sergey Brin mengembangkan pendekatan baru untuk penelusuran online yang mulanya dikembangkan pada kamar asrama mereka di Standford University dan menyebar bagai kilat di kalangan pencari informasi di seluruh dunia. Saat ini Google dikenal luas di sebagai mesin telusur terbesar di seluruh dunia -- layanan gratis nan mudah digunakan yang biasanya mengembalikan hasil penelusuran yang relevan dalam sepersekian detik.

Saat Anda mengunjungi www.google.com atau salah satu dari lusinan domain Google lainnya, banyak informasi yang dapat diperoleh di sana dalam berbagai bahasa, antara lain: info saham, peta, dan kepala berita; mencari isi buku telepon kota manapun di Amerika Serikat; menelusuri miliaran gambar dan mengubek-ubek arsip terbesar pesan-pesan Usenet di dunia -- ada 1 miliar pesan sejak 1981.

Kami juga menyediakan cara untuk mengakses semua informasi ini tanpa perlu membuka beranda Google. Google Toolbar memungkinkan Anda menjalankan penelusuran Google dari web manapun. Dan saat Anda jauh dari PC, Google dapat digunakan dari sejumlah platform nirkabel termasuk telepon berbasis WAP atau i-mode.

Kegunaan dan kemudahan Google digunakan, menjadikannya salah satu merek yang dikenal dari mulut ke mulut oleh mereka yang puas dengan layanannya. Sebagai bisnis, Google memperoleh pendapatan dengan menyediakan cara untuk beriklan online--yang isinya relevan dengan informasi yang disajikan di laman apapun--untuk pengiklan dengan biaya yang efektif dan terukur. Ini berarti iklan yang disajikan sesuai bagi Anda dan menguntungkan si pengiklan. Kami percaya Anda wajib tahu bila ada iklan di depan mata Anda, karena itu iklan selalu dibedakan dari hasil penelusuran ataupun konten lain pada suatu laman. Kami tidak menjual penempatan pada hasil penelusuran itu sendiri, atau memperbolehkan siapapun untuk membayar lebih hanya demi peringkat yang lebih tinggi.

Ribuan pengiklan menggunakan program Google AdWords kami untuk mempromosikan produk dan layanan di web dengan iklan bertarget, dan kami percaya AdWords merupakan program terbesar di antara yang sejenis. Selain itu, ribuan pengelola situs memanfaatkan program Google AdSense dari kami untuk menyajikan iklan yang relevan dengan isi situs mereka, menambah pendapatan, dan meningkatkan kenyamanan bagi pengguna.

Apakah Google itu?

"Googol" merupakan istilah matematika untuk sebuah angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Istilah tersebut diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan dari ahli matematika Amerika Edward Kasner, dan dipopulerkan di dalam buku, "Mathematics and the Imagination" karya Kasner dan James Newman. Penggunaan istilah Google mencerminkan misi perusahaan untuk mengorganisasi informasi di web yang berukuran sangat besar.

Prinsip-prinsip dalam E-learning Menyangkut Elemen Media yang Dipilih

· 0 komentar
Oleh: Joko Sutrisno, M.Pd.
Kegiatan E-learning sudah banyak dijumpai di internet. Subjek yang ditawarkan dalam kegiatan e-learning tersebut juga bermacam-macam, dari yang sifatnya sangat akademis sampai yang sifatnya sangat praktis. Penyelenggara e-learning pun juga bervariasi, ada yang dari lembaga pendidikan yang sudah terkenal (misalnya universitas) atau pun lembaga pendidikan lain yang mungkin saja hanya bergerak di e-learning saja tanpa memiliki kelas-kelas tradisional.
Karena kegiatan e-learning murni mengandalkan komunikasi via internet sebagai moda komunikasi utamanya, maka bagaimana suatu materi pembelajaran disampaikan dan ditampilkan melalui internet menjadi sangat berperan terhadap keberhasilan program e-learning. Makalah ini akan menguraikan prinsip-prinsip yang berlaku di dalam e-learning berkaitan dengan elemen media yang akan digunakan di dalamnya.

Dalam E-learning Framework yang dikembangkan oleh Sun Microsystem (Sun Microsystem, 2003), e-learning didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan internet, jaringan komputer, dan teknologi elektronika yang lainnya untuk memfasilitasi, mengukur, dan mengelola kegiatan belajar. Hal yang menarik dari e-learning adalah kemampuannya secara teori untuk mengurangi (atau bahkan menghilangkan sama sekali) dua pembatas terbesar dalam pengembangan dan pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pembelajar, yaitu waktu dan biaya.

Sebuah perusahaan misalnya, tentu mengharapkan para pekerjanya dapat terus belajar dalam rangka meningkatkan kompetensi para pekerja. Namun, kendala yang dihadapi adalah masalah waktu pekerja (jika menempuh pendidikan tradisional yang waktu belajarnya sama dengan waktu efektif untuk bekerja, pekerja akan menjadi tidak produktif bagi perusahaan) dan biaya. Bagi sebuah perusahaan, harapan yang menyertai program e-learning di suatu perusahaan adalah bahwa tiap karyawan dapat meningkatkan keterampilan baru untuk meningkatkan kinerjanya “hanya dengan menggunakan komputer”, istilah lain dari belajar melalui e-learning

(Schank, 2002)
Ruth Clark (Clark, 2002) menuliskan enam prinsip yang harus diperhatikan berkaitan dengan elemen media yang digunakan supaya sebuah program e-learning berlangsung efektif. Keenam prinsip menyangkut elemen media dalam e-learning yang disebutkan Clark berikut merupakan dasar-dasar bagaimana mengembangkan media dalam e-learning. Pengembangan media yang dimaksud di sini menyangkut kombinasi teks, grafik, dan suara untuk menyampaikan materi pembelajaran. Keenam prinsip tersebut adalah:

  1. Prinsip Multimedia: menambahkan grafik ke dalam teks meningkatkan kegiatan belajar. Yang dimaksud dengan grafik di sini adalah gambar diam (garis, sketsa, diagram, foto) dan gambar bergerak (animasi dan video). Grafik yang ditambahkan ke dalam teks sebaiknya yang selaras dengan pesan yang disampaikan dalam teks. Grafik yang ditambahkan untuk hiburan (entertainment) dan kesan dramatis tidak saja tidak meningkatkan kegiatan belajar, tetapi justru dapat menurunkan kegiatan belajar.
  1. Prinsip Contiguity (kedekatan): menempatkan teks di dekat grafik meningkatkan kegiatan belajar. Contiguity merujuk pada susunan teks dan grafik pada layar. Seringkali dalam suatu materi e-learning, grafik diletakkan pada bagian atas atau bawah teks sehingga teks dan grafik tidak bisa dilihat dalam satu layar, atau teks dan grafik tidak dapat dilihat secara bersamaan. Ini merupakan pelanggaran yang umum terjadi terhadap prinsip contiguity, yang menyatakan sebaiknya grafik dan teks yang bersesuaian diletakkan berdekatan.
  1. Prinsip Modality: menjelaskan grafik dengan suara meningkatkan kegiatan belajar. Prinsip ini terutama berlaku untuk animasi atau visualisasi kompleks dalam suatu topik yang relatif kompleks dan belum dikenal oleh pembelajar.
  1. Prinsip Redundancy (kelebihan): menjelaskan grafik dengan suara dan teks yang berlebihan dapat merusak kegiatan belajar. Banyak program e-learning yang menyajikan kata-kata dalam teks dan suara yang membaca teks. Banyak hasil riset yang mengindikasikan bahwa kegiatan belajar terganggu ketika sebuah grafik dijelaskan melalui kombinasi teks dan narasi yang membaca teks.
  1. Prinsip coherence (kesesuaian): menggunakan visualisasi, teks, dan suara yang tidak berhubungan (sembarangan) dapat merusak kegiatan belajar. Dalam banyak website e-learning sering ditemukan penambahan-penambahan yang tidak perlu, misalnya penambahan games, musik latar, dan ikon-ikon tokoh kartun terkenal. Penambahan-penambahan ini, selain tidak meningkatkan kegiatan belajar, juga dapat merusak kegiatan belajar itu sendiri.
  1. Prinsip personalisasi: menggunakan bentuk percakapan dan gaya-gaya pedagogis dapat meningkatkan kegiatan belajar. Sejumlah penelitian yang dirangkum oleh Byron Reeves dan Clifford Nass dalam bukunya, The Media Equation, menunjukkan bahwa seseorang memberikan respon terhadap komputer seperti ketika ia memberi respon kepada orang lain.
Proses pemilihan media untuk pembelajaran jarak jauh (termasuk di dalamnya adalah e-learning), dalam banyak kasus, menyerupai dengan pemilihan media untuk pembelajaran dengan sistem tatap muka atau pembelajaran tradisional. Penyampaian materi pembelajaran melalui media online menawarkan kemudahan akses bagi pembelajar. Pemilihan media untuk e-learning dimulai dengan melihat tujuan kegiatan belajar, yaitu apakah tujuan kegiatan belajar dapat dicapai melalui kegiatan mendengarkan, melihat, atau melalui interaksi media. Dengan demikian, tujuan kegiatan belajar akan menentukan media yang digunakan, baik berdiri sendiri-sendiri atau pun merupakan gabungan dari berbagai media (Ely, 2003).

Referensi
Clark, Richard, E. Six Principles of Effective E-learning: What Works and Why. The E-learning Developers’ Journal, 2002. (www.elearningguild.com)

Ely, D.P. Selecting Media for Distance Education. ERIC Digest ED480236, 2003.

Schank, R.C. Designing World-Class E-learning. McGraw-Hill, 2002.

Sun Microsystem. “E-learning Framework”. www.sun.com, 2003.

Istilah dalam TIK (Rangkuman Bab 1)

Minggu, 19 September 2010 · 2 komentar
1.       Secara umum  computer telah berkembang sedemikian rupa mulai mainframe, minicomputer, workstation, dan personal computer.
2.       Setiap personal computer minimal terdiri atas CPU, monitor, mouse, keybaoard dan printer
3.       Dalam system computer terdapat 3 hal yang penting dan saling menunjang  yaitu software, hardware dan brainware.
4.       Software adalah perangkat lunak seperti system operasi, dan system aplikasi.
5.       Hardware adalah perangkat keras yang terdiri atas perangkat I/O (Input output) seperti CPU, keyboard, mouse, monitor, dan printer.
6.       Brainware disebut juga user adalah pemakai computer.
7.       Booting adalah proses memasuk pulsa listrik ke dalam computer sehingga brainware dapat berkomunikasi dengan hardware melalui software.
8.       Booting ada 2 jenis yaitu cold boot dan warm boot. Cold boot adalah booting dingin yaitu menghidupkan computer dari posisi computer mati. Warm boot adalah proses mengulang menghidupkan computer karena computer mengalami gangguan.
9.       Untuk Cold boot menggunakan tombol power pada CPU dan monitor, sedangkan untuk booting panas menggunakan tombol RESTART atau menggunakan tombol CTRL + ALT + DEL dari keyboard.
10.   Software system operasi (OS) ada dua jenis yaitu berbasi teks dan berbasi grafis (GUI).
11.   OS berbasis teks antara lain  : MS DOS dan PC DOS
12.   OS berbasis grafis antara lain : Microsoft Windows dan Linux
13.   Untuk mengaktifkan operasi DOS caranya adalah Klik tombol START,  Pilih All Program, Pilih Accessories dan Pilih Command Prompt.
14.   Menampilkan isi direktory atau sub directory perintahnya adalah DIR
15.   Membersihkan layar perintahnya CLS
16.   Berpindah directory ke sub direktori atau sebaliknya perintahnya CD [NAMA_DIREKTORY]
17.   Untuk berpindah dari sub directory ke sub directory yang lebih tinggi perintahnya CD..
18.   Untuk membuat directory perintahnya MD [NAMA_DIREKTORY]
19.   Untuk menghapus directory syaratnya directory tersebut harus kosong dan perintahnya RD [NAMA_DIREKTORY]
20.   Untuk menggandakan dokumen perintahnya COPY [Nama_dokumen] [\Direktory_tujuan]
21.   Untuk mengubah nama dokumen perintahnya REN [dokumen_lama] [dokumen_baru]
22.   Untuk menghapus dokumen perintahnya DEL [nama_dokumen]

Istilah dalam TIK (Rangkuman Bab V)

· 0 komentar
  1.  BIOS (Basic Input Output System) merupakan program dasar yang digunakan untuk mengecek perangkat input output di dalam computer sebelum Operating Sistem di Jalankan.
  2. Untuk menjalankan SETUP BIOS, caranya dengan menekan tombol DEL pada saat computer sedang melakukan booting.
  3. Yang dapat di setting dalam BIOS adalah Standar CMOS, Advanced BIOS, Advanced Chipset Features, Integrated Peripheral, Power Management Setup, dan PnP/PCI Configuration.
  4. Standar CMOS digunakan untuk mengatur perangkat standar yang terpasang dalam computer meliputi Tanggal, Harddisk, Disk Dirver, Keyboard, Jenis Monitor, dan Memory.
  5. Advanced BIOS digunakan untuk mengaktifkan anti virus, mengatur perjalan OS, mengatur Pasword dan sebagainya.
  6. Advance Chipset Features digunakan untuk mengaktifkan Fitur Cipset yang ada pada motherboard computer meliputi DRAM, P2C, tempat BIOS, USB, Keyboard, Sound, Modem dan lain-lain.
  7. Integrated Peripheral digunakan untuk mensetup peripheral yang tepasang pada computer
  8. Power Management Setup digunakan untuk pengaturan power computer, kapan harus instirahat, penghematan energi dan lain-lain.

Perkembangan OS

· 0 komentar
Sistem operasi Windows sudah mengalami beberapa perubahan, secara lengkap perubahan Windows dapat dilihat seperti berikut ini.
Sistem operasi Windows 16 Bit, berjalan di atas Microsoft DOS
• Bulan November 1985 – Windows 1.0
• Bulan Desember 1987 – Windows 2.0
• Bulan Mei 1990 – Windows 3.0
• Bulan Agustus 1992 – Windows 3.1
• Bulan Oktober 1992 – Windows For Workgroup 3.1
• Bulan November 1993 – Windows For Workgroup
• Hibrida 16 Bit atau 32 Bit berjalan tanpa MS-DOS (meski tidak sepenuhnya)
• 24 Agustur 1995 – Window 95
• 25 Juni 1998 – Windows 98
• 5 Mei 1999 – windows 98 Second Edition
• 19 Juni 2000 – Windows Milennium Edition (Me)
• Berbasi kernel Windows NT
• Agustus 1993 – Windows NT 3.1
• September 1994 – Windows NT 3.5
• Juni 1995 – Windows NT 3.51
• Juni 1996 – Windows NT 4.0
• Januari 2000 – Windows 2000
• 2002 – Windows XP
• 2003 – Windows Server 2003
• 2006 – Windows Vista
• 2007 – Windows Home Server
• 2008 – Windows Server 2008
• 2009 – Windows 7
• 2009 – Windows Server 2008 R2
Sistem operasi Linux merupakan program open source, sehingga semua orang dapat menggunakan dan mengembangkan secara bebas. Sistem operasi ini dapat diperoleh secara gratis. Karena open source program ini mengalami perkembangan yang luar biasa. Ada beberapa varian yang ada pada saat ini.
• Ubuntu
• SuSe
• Fedora
• Mandriva
• Slackware
• Debian
• PCLinuxOS
• Knoppix
• Xandros
• Sabayon
• CentOS
• Red Hat

Perkembangan TIK

· 0 komentar
Membicarakan masalah teknologi informasi dan komunikasi tak lepas dari manusia, karena manusia makhluk sosial yang memerlukan informasi dan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Dalam perkembangan interaksi ini tidak saja terjadi secara langsung tetapi berkembangan menjadi antara wilayah seperti antar daerah, negara dan benua. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan teknologi. Teknologi dimulai dari yang paling sederhana sampai yang paling mutakhir. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengalami perkembangan sedemikian rupa. Perkembangan TIK tidak lepas dari perkembangan ilmu-ilmu pendukung Informatika, seperti ilmu fisika, teknik, dan komunikasi itu sendiri.
Perkembangan teknologi informasi dimulai sejak manusia membutuhkan orang lain untuk berinteraksi dengan orang lain. Sejak saat itu teknologi informasi mengalami pertumbungan dan perkembangan secara bertahap. Perkembangan teknologi informasi, khususnya komputer, dimulai dengan perkembangan bidang elektronika (khususnya dioda) yang berkembang menjadi transistor, IC, dan Chips.
Saat ini perkembangan teknologi komunikasi khususnya komputer telah berkembangnya komputer. Komputer tidak saja sebagai pengganti mesin hitung tetapi telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Perkembangan alat pengolah data dari zama purba sampai dengan sekarang mengalami 4 tahapan yaitu manual, mekanik, mekanik elektronik dan peralatan elektronik.
• Manual merupakan peralatan hitung yang sangat sederhana dan menggunakan manusia sebagai operasionalnya seperti abacus
• Mekanik merupakan peralatan yang menggunakan peralatan hitung mekanik yang masih digerakan secara manual dengan tenaga manusia. Contohnya alat hitung mekanik tradisional yang diciptakan oleh Blaise Pascal.
• Mekanik elektronik merupakan peralatan hitung yang dijalankan secara otomatis oleh motor elektronik seperti mesin diferensial yang diciptakan oleh Charles Babage.
• Peralatan elektronik merupakan peralatan yang bekerjanya secara penuh tulisan, seperti kalkulator modern, handphone, dan komputer.
Perkembangan teknologi informasi komunikasi seperti telah dijelaskan pada bab I di awali dengan perkembangan teknologi dibidang listrik dan magneti. Penemuan listrik dan magnet membawa perubahan dalam berbagai kehidupan termasuk cara berkomunikasi.
Penemuan teknologi komunikasi telegraf yang dapat mengirimkan telegram yang ditemukan oleh F.H. Morse, merupakan penemuan dibidang fisika khususnya dalam bidang induksi elektromaganetik. Proses ketukan sehingga memberikan sandi karena gaya elektromagnetik. Penyempurnaan pada tahap berukutnya dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan membuat alat Phonograph. Phonograp merupakan nenek moyang telepon, penemuan Edison pada saat itu sangat menakjubkan. Penemuan ini telah mengubah cara perdagangan saham di Amerika Serikat. Sebelum telegraf dan phonograp ditemukan, seorang kurir harus berlari dari satu kantor ke kantor yang lain untuk menginformasikan perkembangan perdagangan pada waktu itu. Sampai dengan saat ini kode Morse masih sering digunakan di pelayaran, bencana alam dan keadaan darurat lainnya.
Cara berkomunikasi semakin mudah dengan ditemukannya telepon oleh Alexander Graham Bell. Dengan penemuan ini mengubah cara komunikasi jarak jauh. Seseorang tidak perlu bertemu secara langsung untuk berbicara meskipun jaraknya jauh. Informasi dapat diperoleh dari sumber secara langsung. Dengan demikian proses informasi berjalan lebih cepat dan akurat. Penemuan Alexander Graham Bell, sampai sekarang masing digunakan meskipun tidak sepopuler 10 tahun yang lalu.
Jika informasi yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan laporan tentu sangat sulit jika hanya dikomunikasin secara lisan sehingga perlu dicari alat yang lebih mudah untuk pengirimannya. Maka lahirlah mesin faks. Mesin faksimile mempunyai cara kerja menyalin dokumen sama persis dengan aslinya. Dengan mesin ini maka proses pengiriman laporan menjadi mudah, lebih cepat dan lebih akurat. Sekarang faks masih sangat populer di kalangan pengusaha.
Faksimili yang menggunakan teknik pengiriman data seperi telepon masih kurang fleksibel, karena kedua alat ini tidak dapat di bawa ke mana-mana. Tantangan ini dijawab dengan lahirnya teknologi telepon seluler. Telepon seluler menggunakan teknologi gelombang radio dan televisi yang telah digunakan sejak lama. Ada dua jenis teknologi yang digunakan dalam telepon seluler yaitu GSM dan CDMA. Semua mempunyai keunggulan masing-masing seperti halnya radio FM dan radio AM. Keunggulan dari teknologi komunikasi ini adalah sifatnya yang mobile dan mudah dibawa ke mana saja. Hal ini tentu sangat membantu orang-orang yang berpegian. Kelemahan dari teknologi telepon seluler adalah mahalnya biaya pulsa yang digunakan.
Untuk itu perlu dikembangkan teknologi komunikasi lebih cepat tetapi lebih murah. Teknologi jaringan, komputer dan teknologi internet yang merupakan jawaban yang tepat. Teknologi komputer yang dapat digunakan dalam berbagai kehidupan termasuk dalam teknologi informasi dan komunikasi. Mulai dari industri, perkantoran sampai pekerjaan rumah, sekarang sudah dapat dikerjakan dengan komputer. Komunikasi juga demikian, di internet maka seseorang dapat melakukan komunikasi dengan email, chatting, dan webcam
Email merupakan fasilitas yang disediakan internet, sehingga seserong dapat mengirimkan surat secara cepat. Saat itu dikirimkan maka saat itu juga surat tersebut akan sampai, asalkan email tempat mengirim dalam keadaan on line. Sebagaimana surat konvesional, email juga memiliki alamat di internet. Alamat ini juga merupakan alamat maya yang dituliskan secara unit. Keunggulan lain email adalah murah, cepat, dan aman. Saat ini bahkan ada halaman internet seperti yahoo.com dan google.com yang menyediakan email secara gratis. Meskipun gratis email yang disediakan tetap handal.
Chatting merupakan fasilitas komunikasi secara langsung di internet, seperti ngobrol di telepon atau di handphone. Bedanya jika ngobrol di telepon menggunakan suara sedangkan jika chatting menggunakan tulisan.
Webcam merupakan fasilitas baru, dimana pada saat chatting maka seseorang dapat melihat apa yang sedang dilakukan oleh teman bicaranya. Fasilitas ini hampir sama dengan fasilitas teleconferen di televisi dan 3G di handphone. Bedanya jika teleconferen dan 3G menggunakan biaya yang relatif lebih mahal sedangkan webcame tetapi sama yaitu menggunakan tarif pulsa lokal.
Komunikasi lewat internet juga sedang dirintis agar memberikan biaya yang semakin murah, sehingga saat ini dikembangkan teleponi. Teleponi merupakan telepon lewat internet. Keunggulan dari telepon sama dengan internet yaitu menggunakan pulsa lokal. Dengan pulsa lokal maka biaya komunikasi menjadi lebih murah, meskipun kita berbicara dengan orang lain.
Saat ini untuk menggunakan internet atau teleponi, maka untuk 1 jam hanya 3000 rupiah, bandingkan jika menggunakan pulsa pada telepon atau menggunakan handphone yang jauh lebih mahal. Meskipun hukum di Indonesia belum mengijikan teleponi, akan tetapi kita patut mendukung teleponi karena teleponi memberikan komunikasi yang murah yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan dimana saja.

PEMERATAAN GURU , KEGAMANGAN PEMKAB DAN PEMAHAMAN TERHADAP PP 74 TAHUN 2008

Minggu, 25 Juli 2010 · 0 komentar

OPINI
Oleh : Sadiman, M.Pd
Guru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin

Setiap tahun sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil selalu teriak “kekurangan guru”. Teriakan ini semakin lama semakin parau bahkan tidak terdengar. Entahlah, mungkin sekolah-sekolah ini sudah kehilangan suara atau sudah bosan karena teriakannya tidak di dengar oleh pengambil kebijakan seperti pemerintah kabupaten di seluruh wilayah Indonesia,  melalui Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah.
Dua lembaga yang sangat strategis dalam penempatan guru begitu mandul dan masqul, sehingga  sampai detik tulisan ini dibuat masih ada sekolah yang hanya memiliki kepala sekolah yang merangkap guru, wali kelas, guru piket, sampai tukang sapu.  Suatu yang ironis ditengah-tengah perebutan jam oleh guru-guru yang sudah bersertifikasi di ibukota Kabupaten atau didaerah yang mudah dijangkau.
Hal yang lebih ironis dan aneh, penempatan guru yang baru diangkat tidak juga menyentuh sekolah-sekolah yang membutuhkan, justru di sekolah yang gurunya mengeluh “kurang jam” mendapatkan tambahan guru. Padahal penempatan guru pada sekolah-sekolah yang kelebihan guru akan menjadi masalah baru bagi sekolah karena tuntutan guru mengajar 24 jam, sesuai dengan PP 74 tahun 2008 pasal 51 dan 52. Ada pula sekolah yang memaksanakan agar jumlah kelasnya bertambah, bahkan melebihi kelas maksimal yaitu 27 kelas sesuai dengan standar sarana prasarana dan pengelolaan. Alasannya demi menyelematkan guru di sekolah tersebut agar kebagian jam.
Mengapa penempatan guru tidak juga memberikan rasa keadilan bagi sekolah, lalu kapan pengangkatan guru akan memberikan solusi pemenuhan guru pada daerah-daerah yang membutuhkan. Ada seorang guru yang mendapatkan tugas ditempat yang membutuhkan nun jauh, ia hanya datang melapor saat itu saja, kemudian tak pernah kembali lagi. Terdengar kabar, guru tersebut sudah muncul di sekolah lain dengan status titipan, padahal sekolah tersebut sudah kelebihan guru.
Dalam PP No. 74 di jelaskan tidak ada status titipan guru, yang ada adalah guru melaksanakan tugas pada daerah khusus dengan kriteria daerah terpencil, daerah konflik, atau daerah yang sejenisnya. Mereka justru banyak yang keluar dari daerah-daerah yang membutuhkan dan menetap pada sekolah yang notebenenya sudah kelebihan guru. Ada juga yang berani membayar guru lain atau membagi gajinya agar tidak melaksanakan tugas pada daerah tempat bertugas dengan berbagai alasan.
Pada Pasal 62 di jelaskan mengenai tata cara pemindahkan guru, sebagaimana tecantum pada ayat (4) Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Guru yang bersangkutan bertugas pada satuan pendidikan paling singkat selama 4 (empat) tahun, kecuali Guru yang bertugas di Daerah Khusus.
Dari ayat tersebut jelas bahwa pemindahkan guru, terutama guru baru tidak diperkenankan sebelum melaksanakan tugas di tempat yang bersangkutan paling sedikit selama 4 tahun. Apa sanksi bagi guru-guru yang melanggar dengan “menitipkan diri” ke sekolah lain atau “lari” dari tempat tugas dengan alasan apapun, sangat jelas pada pasal berikutnya:
a)      penundaan kenaikan pangkat dan jabatan selama 1 (satu) tahun bagi Guru;
b)      pencabutan tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional selama 2 (dua) tahun bagi Guru; atau
c)       pencabutan hak untuk menjadi Guru selama 4 (empat) tahun bagi warga negara Indonesia selain Guru.
Pasal yang begitu gamblang dan begitu mudah untuk dipahami telah “ditabrak” sedemikian rupa pada era otonomi dengan “surat sakti” atau surat-surat lain yang sama saktinya.
Preseden buruk pendidikan di suatu daerah dimulai dengan kekurangan guru di satu tempat dan kelebihan guru ditempat lain, selagi ketimpangan guru masih terjadi, ketidaktegasan pemerintah dalam menegakan aturan akan menjadilan pendidikan di suatu daerah tidak mengalami kemajuan. Dan kesenjangan jumlah guru dari terpencil dan daerah-daerah strategis (mudah dijangkau) semakin jauh.
Mau menunggu sampai kapan kita dapat melihat semua sekolah memiliki guru dengan pemerataan yang memadai. Butuh seorang kepala daerah, kepada BKD dan kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten yang mempunyai keberanian untuk melakukan perubahan dengan melakukan restrukturisasi secara rasional dengan menampatkan semua guru baru pada ring terluar dari ibukota Kabupaten, kemudian secara bertahap ditarik ke ring yang lebih dekat. Guru-guru yang potensial diberikan kesempatan untuk mengajar di ibukota kabupaten, dan guru-guru yang kurang berkualitas diminta untuk belajar di daerah-daerah terluar. Jika kinerjanya membaik maka bisa ditarik kembali mendekati ibukota kabupaten.
Mereka yang sudah memiliki dedikasi mengajar, setelah 4 tahun ada atau tidak ada penggantinya pemerintah Kabupaten melalui BKD dan Dinas Pendidikan harus mengeluarkan mereka daerah tersebut dan menggantinya dengan guru baru. Bukanlah pemerintah Kabupaten memiliki kewenangan untuk itu ?
Setiap guru yang baru diangkat juga harus menyadari dan siap untuk bertugas pada daerah-daerah yang kekurangan guru. Kesadaran akan pengabdian kepada negara dan bangsa akan menjadi guru-guru muda terasah secara pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesinalisme. Ketika pengalaman sudah matang bersiaplah untuk bergeser ke tempat-tempat yang lebih nyaman.
Keiklasan mengabdi kepada bangsa dan negara terwujud dengan bersedia bertugas dimana saja di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki.

Peran Sekolah & Dinas Pendidikan Dalam Pembinaan KTSP

Jumat, 25 Juni 2010 · 0 komentar
1. Peran dan Tugas Satuan Pendidikan (SMA)
  • MeLakukan anaLisis konteks (Lihat Juknis Seri AnaLisis Konteks).
  • Menyusun dokumen KTSP, sesuai dengan hasiL anaLisis konteks (Lihat Juknis Penyusunan KTSP dan Penyusunan SiLabus);
  • Menandatangani dan mengirimkan dokumen KTSP (diLengkapi Laporan hasiL anaLisis konteks) ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk divaLidasi dan diberikan rekomendasi, sekurang-kurangnya 2 (dua) buLan sebeLum tahun peLajaran baru;
  • Menyempurnakan/meLengkapi dokumen KTSP (apabiLa berdasarkan hasiL vaLidasi dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kab/Kota perLu disempurnakan/diLengkapi);
  • Mengirimkan dokumen KTSP (diLengkapi dengan hasiL vaLidasi dan rekomendasidinas Kab/Kota) ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diverifikasi dan ditandatangani, sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu seteLah menerima hasiL vaLidasi dan rekomendasi dari Dinas Kabupaten/Kota.
  • MemberLakukan, menggandakan dan mendistribusikan dokumen KTSP sesuaikebutuhan, seLambat-Lambatnya pada awaL tahun peLajaran baru;
  • MensosiaLisasikan KTSP kepada seLuruh warga sekoLah.
  • MeLaksanakan perencanaan proses pembeLajaran (Lihat Juknis Pengembangan RPP dan Pengembangan ModeL-ModeL PembeLajaran serta Juknis Lain yang reLevan).
  • MeLaksanaan pembeLajaran sesuai dengan RPP dan tuntutan standar proses (Lihat Juknis seri PembeLajaran).
  • MeLaksanakan peniLaian hasiL pembeLajaran (Lihat Juknis Seri PeniLaian HasiL PembeLajaran)
  • k. MeLaksanakan pengawasan proses pembeLajaran untuk terLaksananya proses pembeLajaran yang efektif dan efisien, meLaLui proses:
1) Menyusun dan mensosiaLisasikan kepada seLuruh warga sekoLah tentang:
  •  Program pengawasan proses pembeLajaran secara berkeLanjutan sesuai dengan SNP, pada tahap perencanaan, peLaksanaan dan peniLaian hasiL beLajar, yang diLaksanakan meLaLui kegiatan pemantauan, supervisi dan evaLuasi.
  • - Petunjuk peLaksanaan operasionaL yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyeLesaiannya mengenai peniLaian hasiL beLajar.
2) MeLakukan pengawasan proses pembeLajaran (Lihat Juknis Pengawasan Proses PembeLajaran).
  • MengevaLuasi dan menyempurnakan dokumen KTSP daLam skaLa tahunan, secara menyeLuruh dengan meLibatkan berbagai pihak antara Lain meLiputi: guru/TPK/MGMP sekoLah, komite sekoLah dan Pengawas SMA, sekurang-kurangnya 3 (tiga) buLan sebeLum tahun peLajaran baru;
  • Menyusun rencana tindak Lanjut perbaikan proses pembeLajaran;
  • MeLaporkan hasiL evaLuasi keterLaksanaan KTSP kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan pihak-pihak yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester.
2. Peran dan Tugas Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
a. Menyusun program pembinaan impLementasi KTSP antara Lain mencakup:
  • Peningkatan pemahaman pembina dan pengeLoLa sekoLah tentang berbagai peraturan/Landasan hukum dan pedoman/panduan peLaksanaan KTSP;
  • Peningkatan kemampuan pengeLoLa sekoLah daLam mengimpLementasikan KTSP sesuai dengan tuntutan SNP;
  • Pembimbingan daLam penyusunan/Pengembangan KTSP di SMA;
  • PeLaksanaan vaLidasi dan rekomendasi dokumen KTSP;
  • Pengawasan, supervisi dan evaLuasi keterLaksanaan KTSP;
  • Pemetaan keterLaksanaan KTSP di SMA;
  • VaLidasi program pembinaan impLementasi KTSP.
  1. Menyiapkan tenaga pendukung meLaLui kegiatan peLatihan/TOT, untuk membantu Dinas Pendidikan Kab/Kota daLam meLaksanakan pembinaan impLementasi KTSP di seLuruh SMA.
  2. Membentuk Tim Kerja/Tim Pengembang KurikuLum (TPK), sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan daLam meLaksanakan tugas sosiaLisasi, pendampingan, vaLidasi, supervisi/bimtek dan evaLuasi peLaksanaan KTSP.
  3. Menugaskan Tim yang teLah dibentuk untuk meLaksanakan kegiatan antara Lain:
  • Penyusunan program kerja meLiputi sosiaLisasi, pendampingan, vaLidasi, supervisi/bimtek dan evaLuasi peLaksanaan KTSP.
  • SosiaLisasi daLam rangka impLementasi KTSP.
  • Pembimbingan/Layanan konsuLtasi kepada seLuruh SMA daLam rangka pengembangan KTSP.
  • VaLidasi dan menyiapkan bahan rekomendasi terhadap dokumen KTSP yang diajukan oLeh sekoLah untuk ditandatangani oLeh KepaLa Dinas atau pejabat yang ditugaskan (Lihat contoh Instrumen VaLidasi dan Format Rekomendasi terLampir).

  1. Dokumen KTSP sekurang-kurangnya harus sudah disampaikan kembaLi ke sekoLah 2 (dua) minggu seteLah dokumen KTSP diterima oLeh Dinas Pendidikan Kab/Kota.
  2. Supervisi/bimbingan teknis peLaksanaan KTSP ke seLuruh SMA (dapat menggunakan perangkat supervisi/bimtek yang disusun oLeh Direktorat PSMA).
  3. EvaLuasi keterLaksanaan/impLementasi KTSP ke seLuruh SMA (dapat menggunakan perangkat EvaLuasi KeterLaksanaan KTSP yang disusun oLeh Direktorat PSMA).
  4. Menyusun Laporan peLaksanaan tugas, Laporan supervisi dan Laporan evaLuasi keterLaksanaan KTSP.
  5. Menugaskan pengawas SMA/peniLik satuan pendidikan untuk meLakukan supervisi/bimbingan teknis ke sekoLah, baik manajeriaL maupun akademik secara periodik dan berkesinambungan, sekurang-kurang terhadap 10 (sepuLuh) SMA yang menjadi tanggungjawab masing-masing, bersama-sama dengan TPK tingkat Kabupaten/Kota.
  6. Membuat pemetaan keterLaksanaan KTSP di SMA, berdasarkan hasiL supervisi dan evaLuasi keterLaksanaan KTSP, yang mencakup data dan informasi tentang kondisi riiL dan kesenjangan (tantangan nyata) yang dihadapi oLeh setiap SMA daLam pencapaian SNP;
  7. Merumuskan rencana tindak Lanjut berdasarkan kesenjangan, sebagai acuan daLam penentuan kebijakan dan perencanaan operasionaL serta peLaksanaan pembinaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap SMA.
  8. MeLakukan vaLidasi program pembinaan impLementasi KTSP.
  9. Mengirimkan hasiL pemetaan keterLaksanaan KTSP di SMA dan Program Pembinaan kepada Dinas Pendidikan Provinsi;
  10. MeLakukan sinkronisasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dan Direktorat PSMA, daLam rangka meningkatkan keterLaksanaan KTSP SMA di masing-masing kabupaten/kota.