Tinjauan Kurikulum 2013

Selasa, 15 Desember 2015 · 0 komentar


1.      Tinjauan Kurikulum 2013
Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD, SMP, dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar Isi. Di samping itu, dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan KTSP, ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.
Banyak kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru, dan kalau diajarkan kepada peserta didik sulit dicapai oleh peserta didik. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran, sulit dijabarkan ke penilaian, sulit diajarkan karena terlalu kompleks, dan sulit diajarkan karena keterbatasan sarana, media, dan sumber belajar.[1]
a.        Landasan Teori Kurikulum 2013
Ada beberapa factor yang menjadi landasan kurikulum 2013 yang saat ini secara bertahap mulai diberlakukan di Indonesia. Landasan tersebut meliputi landasan filosofis, psikologi, pedagogis, social, teoritis dan yuridis.
b.      Konsep Kurikulum 2013
Konsep kurikulum 2013 sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2006, perbandingan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Perubahan Pola Pikir pada Kurikulum 2013 [2]
No
KBK 2004
KTSP 2006
Kurikulum 2013
1
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2
Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3
Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

c.         Pengertian
Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 1 ayat 19, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[3]
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: [4]
1)      mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
2)      sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3)      mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4)      memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
5)      kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
6)      kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
7)      kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
Dengan demikian Kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah instrumen pendidikan untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.[5]


Struktur Kurikulum KELOMPOK MATA PELAJARAN

Selasa, 03 April 2012 · 0 komentar
STRUKTUR KURIKULUM
Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu, maka SMAN 2 Banyuasin II menyusun struktur kurikulum sesuai dengan pedoman yang berlaku. Struktur Kurikulum SMAN 2 Banyuasin di dalamnya terkandung meliputi SKL 5 kelompok mata pelajaran, pendidikan karakter, Belajar Aktif, Ekonomi Kreatif. Unsur tersebut tersebar pada semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

• Kelompok Mata Pelajaran
Struktur Kurikulum merupakan kelompok mata pelajaran, dan mata pelajaran yagn harus ditempuh oleh siswa di setiap tingkatan. Sesuai dengan Standar Kelulusan (SKL) yang telah di tetapkan oleh Kepmendiknas nomor 23 tahun 2006 dan nomor 48 tahun 2008 tentang Standar Kelulusan (SKL) dan petunjuk pelaksanaan dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) maka memuat kelompok mata pelajaran menjadi 5 kelompok yaitu:
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. kelompok pelajaran estetika
5. kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Setiap kelompok mata pelajaran tersebut diimplementasikan ke dalam setiap kegiatan pembelajaran di SMA, Cakupan masing-masing kelompok mata pelajaran yang relevan adalah sebagai berikut:

Kelompok Mata Pelajaran dan Cakupannya

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkunan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

3. Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4. Kelompok pelajaran estetika
Kelompok estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekpresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekpresi keindahan serta harmoni mencapai apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran sikap, dan perilakuk hidup sehat yang bersifat individual ataupun bersifat kolektif kemasyarakatan seperti kebebasan dari prilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, deman berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang berpotensi untuk mewabah.

Pendidikan Karakter

· 0 komentar
Dalam rangka mewujudkan pendidikan di SMA yang Beriman, Bersih, Disiplin dan Cerdas maka sekolah melaksanakan pendidikan dengan mengacu pada pendidikan karakter. Penanaman pendidikan karakter dilakukan pada setiap mata pelajaran dengan memunculkan nilai-nilai karakter sesuai dengan proses pembelajaran yang disusun oleh guru mata pelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penanaman karakter meliputi: pembiasan, terjadwal, dan spontan. Semua dilaksanakan dengan wadah sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Pengembangan karakter dikembangkan sesuai dengan 18 Nilai Karakter bangsa yang tercantum dalam Pedoman Pendidikan Karakter yaitu:
  1.  Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri: Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada
  8. Demokratis: Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air: Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/Komuniktif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

PENGEMBANGAN DIRI DI SEKOLAH

Rabu, 14 Maret 2012 · 0 komentar
KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:
1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a. kehidupan pribadi
b. kemampuan sosial
c. kemampuan belajar
d. wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstrakurikuler, antara lain kegiatan:
a. kepramukaan, latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), palang merah remaja (PMR), pasukan pengibar bendera (PASKIBRA).
b. kegiatan ilmiah remaja (KIR),
c. seni dan budaya, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan
d. seminar, lokakarya, pameran/bazar
TEKNIK PELAKSANAAN

1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

a. Kegiatan layanan dan kegiatan pendukung konseling
b. Kegiatan ekstrakurikuler.

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.
a. Rutin, adalah kegiatan yang dilakukan secara terjadwal dan terus menerus,seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
b. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).

c. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan teladan, seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak direncanakan secara tersendiri melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi bisa merupakan program sekolah dan dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pembiasaan.

MARI JUJUR MELAKSANAKAN UN

Jumat, 02 Maret 2012 · 0 komentar
UN Lagi.... UN Lagi....
Begitulah keluhan siswa dan guru di lapangan, hajatan besar Kementrian Pendidikan Nasional setiap tahun selalu di helat. Biaya yang besar tentu sudah disiapkan, untuk sebuah ujian yang seharusnya dilakukan dengan mudah menjadi sangat rumit dan menyulitkan banyak orang, pada akhirnya hasilnya tidak memberikan informasi apa-apa. Hasil yang bagus tidak menunjukan bahwa siswa atau sekolah itu bagus, mengapa? karena kita dilapangan banyak menjumpai sekolah yang "abal-abal" tidak mempunyai guru yang lengkap, KBMnya "amburadul" ternyata memiliki rata-rata nilai yang lebih baik daripada sekolah-sekolah yang memiliki proses KBM dan guru yang relatif lebih lengkap. Apakah ini tidak fantastis? ini menunjukan bahwa pada dunia pendidikan saja "rasa malu" tidak ada lagi. Artinya pendidikan tidak sesuai dengan nilai luhurnya dengan "gagal" menerapkan prinsip kejujuran.
Untuk menghadapi UN sesungguhnya tidak terlalu rumit, bukankah kita sudah diberikan kisi-kisi, sudah memberikan tambahan pelajaran, sudah menambah ini dan itu sehingga siswapun pulang lebih lambat. Bahkan masih ada siswa yang rela mengeluarkan uang lagi untuk mengikuti "les" diluar sekolah dengan keinginan memperoleh pengetahuan yang lebih dari di sekolah.
Di tambah lagi bahwa kelulusan ditentukan oleh nilai raport dan nilai UN, sepantasnya jika setiap sekolah mampu untuk jujur.
Jika tahun ini ada beberapa siswa kita yang gagal, itu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk bangsa ini. Sedangkan keberhasilan yang semu akan menjerumuskan siswa kita ke dalam lumpur bau busuk di masa depan. Keadaan bangsa yang ada saat ini merupakan produk dari gagalnya pendidikan di masa lalu, padahal kita akui di masa lalu "kecurangan UN" tidak semasif sekarang. Kecuranan UN memang seperti "KENTUT" sesuatu yang ada tetapi sulit dibuktikan, dan hanya bau sesaat meskipun sangat menyengat, begitu baunya hilang maka semua orang melupakannya.

Sebenarnya agar UN berlaku secara fair, solusinya sangatnya sederhana. Kita tidak perlu melibatkan polisi atau lainnya. Saat ini UN melibatkan PT/PTN setempat, caranya tempat dimana sol UN disimpan Kuncinya dibawa oleh petugas PT/PTN yang bersangkutan, jika perlu bawa kunci yang baru dan pastinya akses masuk ke dalam penyimpanan soal UN hanya dapat dilakukan oleh petugas PT/PTN yang ditunjuk.
Jika ini dilakukan mudah-mudah pelaksanaan UN berlaku lebih fair dibandingkan pada pelaksanaan sebelumnya.

"HE HE HE " mudah-mudahn ide jahil ini tidak membuat pihak tidak bertanggung jawab kelimpungan mencari cara lain.
"MARILAH JUJUR MELAKSANAKAN UN, UNTUK MASA DEPAN BANGSA"

Kompetensi Kepala Sekolah

Minggu, 26 Desember 2010 · 0 komentar
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
1. Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala
sekolah/madrasah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugaspokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

2 Manajerial
1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3) Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/
4) madrasah secara optimal.
5) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi
pembelajar yang efektif.
6) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi
7) pembelajaran peserta didik.
8) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
9) Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
10) Mengelola hubungan sekolah/madrasah danmasyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.
11) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan
12) penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
13) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
14) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
15) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
16) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan
pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.
17) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
18) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
19) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

3. Kewirausahaan
1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilansekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang
5) dihadapi sekolah/madrasah.
6) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

4. Supervisi

1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3) 4.3 Menindaklanjuti hasil supervisi akademikterhadap guru dalam rangka peningkatan
4) profesionalisme guru.

5. Sosial
1) Bekerja sama dengan pihak lain untukkepentingan sekolah/madrasah
2) Berpartisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan.
3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang ataukelompok lain.

Kualifikasi Kepala Sekolah

· 0 komentar
1. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai
berikut:

1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (DIV)kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
2. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggitingginya 56 tahun;
3. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanakkanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
4. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

2. Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
a. Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru TK/RA;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA; dan
3) Memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

b. Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SD/MI;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

c. Kepala Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah(SMP/MTs) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
d. Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMA/MA;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
e. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru SMK/MAK;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
d. Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut:
1) Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan SDLB/SMPLB/SMALB;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SLB/SDLB yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
e. Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri adalah sebagai berikut:
1) Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai kepala sekolah;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru pada salah satu satuan pendidikan; dan
3) Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

10 Filosofi Google

Rabu, 27 Oktober 2010 · 0 komentar
Sepuluh hal yang kami ketahui sebagai hal yang benar

"Mesin telusur yang sempurna," kata salah satu pendiri Google, Larry Page, "memahami secara persis apa yang Anda maksud, dan memberikan secara persis apa yang Anda perlukan." Ketika Google dimulai, Anda pasti kagum dapat memasukkan kueri penelusuran dan menemukan jawaban yang tepat seketika itu juga. Google sukses karena kami menemukan jawaban yang tepat lebih baik dan lebih cepat dibanding mesin telusur lainnya pada saat itu.

Tapi teknologi telah ikut berubah semenjak itu, begitu pula wajah web. Menyadari bahwa penelusuran adalah masalah yang tidak akan pernah terselesaikan, kami terus mendorong batas-batas teknologi yang ada untuk menghadirkan layanan yang cepat, akurat dan mudah digunakan yang dapat diakses oleh semua pencari informasi, baik mereka sedang di meja kerjanya di Boston maupun tengah menggunakan ponselnya di Bangkok. Kami juga memetik pelajaran dari penelusuran untuk mengatasi tantangan yang lebih banyak lagi.

Seiring langkah kami ke depan, prinsip-prinsip inti ini terus memandu tindakan kami.
Sepuluh hal yang telah ditemukan Google ternyata benar

1. Fokuskan pada pengguna dan yang lainnya akan mengikuti.

Sejak awal, kami berfokus untuk menghadirkan pengalaman pengguna terbaik yang mungkin. Baik saat merancang peramban Internet baru maupun tweak baru untuk tampilan beranda, kami sangat berhati-hati demi memastikan bahwa karya itu akan benar-benar melayani Anda, bukan tujuan internal atau keuntungan kami sendiri. Antarmuka beranda kami bersih dan sederhana, dan laman memuat seketika. Penempatan pada hasil penelusuran tidak pernah dijual kepada siapa pun, dan iklan tidak hanya ditandai dengan jelas bahwa itu adalah iklan, namun juga menawarkan konten yang relevan dan tidak mengganggu. Dan ketika kami membuat alat dan aplikasi baru, kami mengupayakan agar alat dan aplikasi tersebut bekerja sedemikian baiknya sehingga Anda tidak perlu membayangkan bagaimana seandainya rancangannya berbeda.

2. Yang paling baik adalah melakukan satu hal dengan sempurna.

Kami melakukan penelusuran. Dengan salah satu grup riset terbesar di dunia yang berfokus khusus pada pemecahan masalah penelusuran, kami tahu apa yang kami lakukan dengan baik, dan bagaimana kami dapat menjadikannya lebih baik lagi. Melalui iterasi yang kontinu pada masalah-masalah pelik, kami mampu memecahkan permasalahan rumit dan menghadirkan perbaikan berkelanjutan pada layanan yang telah menjadikan pencarian informasi pengalaman yang cepat dan mulus bagi jutaan orang. Dedikasi kami pada perbaikan penelusuran membantu kami menerapkan apa-apa yang telah kami pelajari pada produk-produk baru, seperti Gmail dan Google Maps. Harapan kami adalah menghadirkan kekuatan penelusuran ke area-area yang belum terjamah, dan membantu orang mengakses dan menggunakan lebih banyak lagi informasi yang senantiasa melimpah dalam kehidupan mereka.

3. Cepat lebih baik daripada lambat.

Kami tahu waktu Anda berharga; karenanya, saat mencari jawaban di web, Anda ingin cepat menemukannya – dan kami ingin memenuhi itu. Mungkin kami satu-satunya orang di dunia ini yang dapat mengatakan bahwa tujuan kami adalah membuat Anda meninggalkan beranda kami secepatnya. Dengan memangkas kelebihan bit dan byte dari laman kami dan meningkatkan efisiensi lingkungan layanan, kami memecahkan rekor kecepatan kami sendiri beberapa kali, sehingga rata-rata waktu tanggapan pada hasil penelusuruan adalah sepersekian detik. Kami selalu memperhatikan kecepatan pada setiap produk yang kami rilis, baik itu aplikasi seluler maupun Google Chrome, peramban yang dirancang agar cukup cepat untuk web modern. Dan kami terus berupaya untuk menjadikannya lebih cepat lagi.

4. Demokrasi dalam web berjalan.

Penelusuran Google sukses karena ia mengandalkan jutaan tautan posting individu di situs-situs web untuk membantu menentukan situs lain mana yang menawarkan konten bermanfaat. Kami mengukur nilai setiap laman web menggunakan lebih dari 200 sinyal dan berbagai teknik, termasuk algoritma berpaten kami PageRank™, yang menganalisis situs-situs mana yang telah "diberi suara" sebagai sumber informasi terbaik oleh laman-laman lainnya di seluruh web. Seiring berkembangnya ukuran web, pendekatan ini meningkat, karena setiap situs baru menjadi sebuah titik informasi dan sebuah suara yang harus dihitung. Secara bersamaan, kami aktif mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka, yang menghadirkan inovasi berkat upaya bersama banyak tenaga pemrogram.

5. Anda tidak perlu berada di meja Anda untuk mendapatkan jawaban.

Dunia semakin mobile: orang menghendaki akses ke informasi di mana saja, kapan saja. Kami memelopori teknologi baru dan menawarkan solusi layanan seluler baru yang membantu orang di seluruh dunia melakukan banyak tugas melalui ponsel, mulai memeriksa email dan kalender acara hingga menonton video, belum lagi sejumlah cara berbeda untuk mengakses penelusuran Google melalui ponsel. Selain itu, kami berharap dapat mendorong inovasi yang lebih besar bagi para pengguna seluler di mana saja dengan Android, sebuah platform seluler sumber terbuka dan gratis. Android membawa keterbukaan yang membentuk Internet ke dunia seluler. Android tidak hanya menguntungkan konsumen, yang mempunyai lebih banyak pilihan dan pengalaman seluler baru yang inovatif, namun juga membuka peluang penghasilan bagi penyedia seluler, pabrikan dan pengembang.

6. Anda bisa mendapatkan uang tanpa melakukan kejahatan.

Google adalah bisnis. Pendapatan kami berasal dari penyediaan teknologi penelusuran bagi perusahaan dan penjualan iklan yang dipajang di situs kami dan situs-situs lain di seluruh web. Ratusan ribu pengiklan di seluruh dunia menggunakan AdWords untuk promosi produk mereka; ratusan ribu penerbit memanfaatkan program AdSense untuk mengirim iklan yang relevan dengan konten situs mereka. Untuk menjamin bahwa kami benar-benar melayani semua pengguna (pengiklan maupun bukan), kami memiliki seperangkat prinsip pemandu untuk praktik dan program periklanan kami:

* Kami tidak ingin iklan muncul di laman hasil penelusuran kecuali jika iklan itu relevan di tempat ditampilkannya. Dan kami amat yakin bahwa iklan dapat menyediakan informasi berguna jika, dan hanya jika, iklan tersebut relevan dengan apa yang ingin Anda temukan – jadi, bisa saja penelusuran tertentu tidak akan mengarah ke iklan apa pun.
* Kami percaya iklan dapat efektif tanpa harus menyolok. Kami tidak suka iklan munculan, karena mengganggu penayangan konten yang diminta. Kami menemukan bahwa iklan teks yang revelan dengan pembaca mendapatkan rasio klik/tayang (CTR) jauh lebih tinggi dibanding iklan yang muncul acak. Semua pengiklan, besar maupun kecil, dapat memanfaatkan media yang sangat dibidik ini.
* Iklan di Google selalu ditandai dengan jelas sebagai "Tautan Bersponsor", sehingga tidak merusak integritas hasil penelusuran. Kami tidak pernah memanipulasi peringkat untuk memprioritaskan mitra dalam hasil penelusuran dan tak seorang pun dapat membeli PageRank yang lebih baik. Pengguna mempercayai objektivitas kami dan tidak ada keuntungan jangka pendek apa pun yang dapat menjustifikasi penodaan kepercayaan itu.

7. Selalu ada lebih banyak informasi di luar sana.

Setelah kami mengindeks lebih banyak laman HTML di Internet dibanding semua layanan penelusuran lain, para insinyur kami mengalihkan perhatian pada informasi yang belum begitu mudah diakses. Kadang-kadang, itu sekadar upaya memadukan basis data baru ke dalam penelusuran, seperti menambahkan nomor telepon dan pencarian alamat serta direktori bisnis. Upaya lainnya memerlukan sedikit lebih banyak kreativitas, seperti menambahkan kemampuan untuk menelusuri arsip berita, paten, jurnal akademik, miliaran gambar dan jutaan buku. Dan para peneliti kami terus mencari cara untuk menyajikan semua informasi dunia kepada orang-orang yang sedang mencari jawaban.

8. Kebutuhan akan informasi melintasi semua batas.

Perusahaan kami didirikan di California, namun misi kami adalah memfasilitasi akses ke informasi bagi seluruh dunia, dan dalam semua bahasa. Untuk tujuan tersebut, kami mempunyai kantor di lusinan negara, memelihara lebih dari 150 domain Internet, dan menyajikan lebih dari separuh hasil penelusuran kami pada orang-orang yang tinggal di luar Amerika Serikat. Kami menawarkan antarmuka penelusuran Google dalam 110 lebih bahasa, memungkinkan orang membatasi hasil pencarian pada konten yang ditulis dalam bahasa mereka sendiri, dan berupaya menyajikan aplikasi dan layanan kami yang lain dalam sebanyak mungkin bahasa. Dengan alat penerjemahan kami, orang dapat menemukan konten yang ditulis di belahan dunia lain dalam bahasa yang tidak mereka kuasai. Dengan alat ini dan bantuan para penerjemah sukarela, kami mampu meningkatkan variasi dan kualitas layanan secara signifikan, bahkan di penjuru bumi yang paling terpencil sekalipun.

9. Anda bisa serius tanpa mengenakan setelan jas.

Para pendiri membangun Google di atas gagasan bahwa pekerjaan haruslah menantang, dan tantangan haruslah menyenangkan. Kami yakin bahwa hal-hal hebat dan kreatif lebih mungkin terwujud dalam budaya perusahaan yang tepat – dan itu lebih dari sekadar lampu lava dan bola karet. Ada penekanan pada prestasi tim dan kebanggaan pada pencapaian perorangan yang berkontribusi bagi keberhasilan kami secara keseluruhan. Kami sangat percaya pada karyawan kami – orang-orang yang energik dan penuh semangat dari berbagai latar belakang dengan pendekatan kerja, bermain dan hidup yang kreatif. Atmosfer kami mungkin santai, tapi ketika ide baru muncul saat mengantre di kafe, saat rapat tim atau di gym, ide-ide itu dibahas, diuji dan dipraktikkan dengan kecepatan luar biasa – dan itu bisa menjadi landasan luncur bagi proyek baru yang nantinya digunakan di seluruh dunia.

10. Hebat saja ternyata belum cukup.

Dalam pandangan kami, hebat dalam suatu hal adalah awal, bukan tujuan. Kami menetapkan tujuan yang kami tahu belum dapat kami raih, karena kami sadar bahwa jika kami berupaya keras untuk mencapai tujuan itu, maka kami dapat melampaui perkiraan kami semula. Melalui inovasi dan iterasi, kami ingin mengambil apa-apa yang berhasil baik dan meningkatkannya secara tak terduga. Misalnya, ketika salah seorang insinyur kami mendapati bahwa penelusuran dapat berfungsi dengan baik untuk kata-kata yang ejaannya benar, dia memikirkan bagaimana penelusuran menangani salah ketik. Hasilnya, dia berhasil menciptakan pemeriksa ejaan yang lebih intuitif dan membantu.

Bahkan jika Anda tidak tahu pasti apa yang Anda cari, mendapatkan jawaban di web adalah masalah kami, bukan masalah Anda. Kami mencoba mengantisipasi kebutuhan yang belum dikatakan oleh audiens global kami, dan memenuhinya dengan produk dan layanan yang menjadi standar baru. Saat kami meluncurkan Gmail, layanan ini memiliki ruang penyimpanan lebih besar dibanding layanan email mana pun. Menilik ke belakang, penawaran ruang penyimpanan yang lebih besar itu tampak sangat bisa dipahami – tapi itu karena sekarang kita punya standar penyimpanan email baru. Seperti itulah perubahan yang ingin kami lakukan, dan kami selalu mencari tempat baru di mana kami bisa membuat perbedaan. Pada akhirnya, ketidakpuasan kami dengan apa yang telah ada menjadi kekuatan pendorong dibalik segala yang kami lakukan

Perkembangan Google

· 0 komentar
Google merupakan perusahaan ternama yang dirintis oleh : Larry Page and Sergey Brin mengembangkan pendekatan baru untuk penelusuran online yang mulanya dikembangkan pada kamar asrama mereka di Standford University dan menyebar bagai kilat di kalangan pencari informasi di seluruh dunia. Saat ini Google dikenal luas di sebagai mesin telusur terbesar di seluruh dunia -- layanan gratis nan mudah digunakan yang biasanya mengembalikan hasil penelusuran yang relevan dalam sepersekian detik.

Saat Anda mengunjungi www.google.com atau salah satu dari lusinan domain Google lainnya, banyak informasi yang dapat diperoleh di sana dalam berbagai bahasa, antara lain: info saham, peta, dan kepala berita; mencari isi buku telepon kota manapun di Amerika Serikat; menelusuri miliaran gambar dan mengubek-ubek arsip terbesar pesan-pesan Usenet di dunia -- ada 1 miliar pesan sejak 1981.

Kami juga menyediakan cara untuk mengakses semua informasi ini tanpa perlu membuka beranda Google. Google Toolbar memungkinkan Anda menjalankan penelusuran Google dari web manapun. Dan saat Anda jauh dari PC, Google dapat digunakan dari sejumlah platform nirkabel termasuk telepon berbasis WAP atau i-mode.

Kegunaan dan kemudahan Google digunakan, menjadikannya salah satu merek yang dikenal dari mulut ke mulut oleh mereka yang puas dengan layanannya. Sebagai bisnis, Google memperoleh pendapatan dengan menyediakan cara untuk beriklan online--yang isinya relevan dengan informasi yang disajikan di laman apapun--untuk pengiklan dengan biaya yang efektif dan terukur. Ini berarti iklan yang disajikan sesuai bagi Anda dan menguntungkan si pengiklan. Kami percaya Anda wajib tahu bila ada iklan di depan mata Anda, karena itu iklan selalu dibedakan dari hasil penelusuran ataupun konten lain pada suatu laman. Kami tidak menjual penempatan pada hasil penelusuran itu sendiri, atau memperbolehkan siapapun untuk membayar lebih hanya demi peringkat yang lebih tinggi.

Ribuan pengiklan menggunakan program Google AdWords kami untuk mempromosikan produk dan layanan di web dengan iklan bertarget, dan kami percaya AdWords merupakan program terbesar di antara yang sejenis. Selain itu, ribuan pengelola situs memanfaatkan program Google AdSense dari kami untuk menyajikan iklan yang relevan dengan isi situs mereka, menambah pendapatan, dan meningkatkan kenyamanan bagi pengguna.

Apakah Google itu?

"Googol" merupakan istilah matematika untuk sebuah angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Istilah tersebut diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan dari ahli matematika Amerika Edward Kasner, dan dipopulerkan di dalam buku, "Mathematics and the Imagination" karya Kasner dan James Newman. Penggunaan istilah Google mencerminkan misi perusahaan untuk mengorganisasi informasi di web yang berukuran sangat besar.